Inilah Bacaan Doa Sujud Tilawah Lengkap Hukum, Syarat dan Keutamaannya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:47:22 WIB

Ilustrasi sujud

JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Saat membaca atau mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an, tak jarang kita menjumpai ayat-ayat tertentu yang disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah. Sujud tilawah merupakan bentuk penghambaan dan ketundukan seorang muslim saat mendengar firman Allah SWT yang mengagungkan kekuasaan-Nya.Rasulullah SAW telah mengajarkan tata cara sujud tilawah, termasuk syarat, dan keutamaannya.

Mengutip kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, hukum melaksanakan sujud tilawah menurut mayoritas ulama (jumhur) adalah sunnah dan dilakukan baik bagi orang yang membaca Al-Qur'an (ayat sajdah) maupun yang mendengarkannya. Adapun ayat sajdah dalam Al-Qur'an berjumlah lima belas, 13 di antaranya terdapat dalam surah-surah mufashal, dan 2 ayat lainnya dalam Surah Al-Hajj.Sayyid Sabiq menjelaskan mayoritas ulama fikih berpendapat syarat sah pelaksanaan sujud tilawah di luar salat pada dasarnya sama seperti syarat sah salat pada umumnya, yaitu:

Saat melakukan sujud tilawah, disunnahkan untuk membaca doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Masih mengutip kitab yang sama, berikut adalah bacaan doa yang shahih:

ADVERTISEMENT
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Arab-latin: Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wa shawwarahu, wa syaqqa sam'ahu wa basharahu bihaulihi wa quwwatihi, fa tabarakallahu ahsanul khaliqin.Artinya: "Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta." (HR Bukhari, Muslim, An-Nasa'i, Abu Daud, dan Hakim).Ibnu Sakan menambahkan doa ini dibaca sebanyak tiga kali. Dengan ketentuan, ketika sujud tilawah dilakukan dalam keadaan salat, membaca bacaan saat sujud.

Mengacu sumber sebelumnya, sujud tilawah memiliki keutamaan yang sangat besar, salah satunya dapat membuat setan menangis karena cemburu atas ketaatan manusia.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي يَقُولُ: يَا وَيْلَهُ، أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ

Artinya: "Apabila anak Adam (manusia) membaca ayat sajdah, maka setan menjauhkan dirinya sambil menangis dan berkata: 'Sungguh celaka diriku! Manusia diperintahkan bersujud dan dia pun sujud. Maka surgalah baginya. Sedangkan aku diperintahkan bersujud tetapi aku menolak. Akibatnya nerakalah bagiku'." (HR Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah),Dalam kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al Asqalani, terdapat beberapa riwayat yang membahas tentang sujud tilawah.Dari Umar RA, beliau berkata,

 "Wahai manusia, sesungguhnya kita melewati ayat-ayat sajdah, maka barang siapa yang sujud, maka sungguh dia telah benar dan barang siapa yang tidak sujud, ia pun tidak berdosa." (HR Bukhari).Dari Ibnu Umar RA, beliau berkata "Nabi SAW biasa membacakan Al-Qur'an kepada kami, maka apabila beliau melewati ayat sajdah, beliau bertakbir dan sujud, dan kami pun ikut sujud bersama beliau." (HR Abu Daud). (Net/Hen)