Tukang Gigi yang Tewas Sempat Terlibat Perkelahian, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka
Tiga pelaku pengeroyokan terhadap tukang gigi diamankan polidi
PELALAWAN--(KIBLATRIAU.COM)-- Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang tukang gigi, Ifan Priyadi (44), di depan tempat usahanya di Jalan BTN Lama, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Selasa (8/9/2026) sore sekitar pukul 17.30 wib lalu.
Ternyata sempat terlibat perkelahian atau duel dengan menggunakan tangan kosong, antara korban dengan tetangganya inisial Zm (22) anak pemilik rumah makan Ampera.
Kemudian barulah dua pegawainya, ME (21) dan
MS (23) datang membantu. Sedangkan Js (52) pemilik rumah makan sementara mengaku tidak ikut melakukan pemukulan, hingga statusnya sebagai saksi.
"Dari hasil pemeriksaan empat orang yang sempat kita amankan. Hasil pemeriksaan tiga orang telah resmi ditetapkan tersangka dan ditahan. Sedangkan satu lagi masih sebagai saksi," ungkap Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kasat Reskrim AKP Bayu Ramadhan Efendi STrk SIK MH didampingi Kanit II Tipidter Iptu Asbon Mairizal, SPsi, MH dan Kanit I Pidum Ipda Erwin Naibaho, SH dalam konferensi pres, di Mapolres Pelalawan, Rabu (9/9/2026).
Dijelaskan Kasat Reskrim, bahwa motif pengeroyokan ini, adalah selisih paham yang telah lama terjadi. Salah satunya terkait pertengkaran masalah parkir.
"Selisih paham yang sudah lama terjadi. Hingga puncak terjadi antara kedua belah pihak yang merupakan tetangga salah satunya masalah parkir. Lalu terlibat cekcok yang berujung pengeroyokan," tutur Kasat Reskrim.
Lanjut Kasat Reskrim, dari hasil otopsi korban mengalami luka dibagian kepala akibat hantaman benda tumpul yang menyebabkan meninggal dunia. Setelah sempat di larikan ke rumah sakit, dalam kondisi pingsan.
"Hantaman benda tumpul disini mengunakan kaki dan tangan dibagian kepala korban. Ketika terlibat pengeroyokan, korban terjatuh lalu dipukul secara bersama-sama oleh pelaku," tegas AKP Bayu.
Walau korban sempat melawan, ketika terlibat duel dengan anak pemilik rumah makan. Tapi ketika dua pekerjanya datang membantu, membuat altlet binaraga itu kewalahan. Hingga terjatuh dihajar beramai-ramai oleh tetangganya tersebut.
Dalam kondisi itulah, tukang gigi kembali di hajar dan di injak pelaku. Beruntung istri korban datang melerai, dengan kondisi korban sudah lemas dan jatuh pingsan.
Selanjutnya dilarikan ke RSUD Selasih untuk mendapatkan pertolongan medis. Tapi dalam perjalanan korban menghembuskan napas terakhirnya, sebelum mendapat penanganan dari dokter.
Usai dilakukan otopsi di RS Bhayangkara Polda Riau, jenazah korban diterbangkan ke pulau Jawa, untuk dikebumikan di kampung halamannya di daerah Madura, Rabu (9/9/2026) pagi.
"Setelah mendapat laporan, unit Reskrim langsung turun dan mengamankan empat orang yang dicurigai sebagai pelaku. Tapi hasil pemeriksaan pemilik rumah makan yang juga bapak dari tersangka Zm masih sebagai saksi," terang Kasat Reskrim lagi.
Atas perbuatan ketiga tersangka, tim penyidik menjerat pasal 262 KUHPidana yang dinilai secara bersama-sama melakukan kekerasan dimuka umum, menyebabkan meninggalnya korban, dengan ancaman 12 tahun penjara.
Baru Sebulan Menikah
Sementara salah satu pelaku utama pengeroyokan yakni Zm yang merupakan anak dari pemilik rumah makan Ampera, mengaku tidak ada niat untuk membunuh korban, Ifan Priyadi pemilik usaha Galaxsi Gigi yang juga tetangganya di Jalan BTN, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
"Tak ada niat untuk membunuh, kami hanya membela diri. Karena dia (korban) yang memukul duluan. Hingga terjadi perkelahian," ujar tersangka Zm dengan mata berkaca-kaca yang ditemui usai konferensi press di ruang penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Pelalawan.
Apalagi kata Zm, dirinya baru sebulan menikah. Tidak mungkin akan berbuat nekat menghabisi nyawa orang. Tetapi kondisi saat terlibat duel, datanglah dia pekerja rumah makan membantu untuk melerai.
"Awalnya mereka bedua datang menarik saya, agar tak berkelahi. Bahkan saya sempat jatuh di pukul almarhum (korban). Melihat itu mereka langsung membantu dan kami lawan beramai-ramai, sampai dia juga jatuh ke lantai," tutur Zm mengenang kejadian tersebut.
Namun rupanya, korban saat jatuh dihajar beramai-ramai oleh tetangganya hingga berujung maut. Walau sempat di larikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong.
"Saya tau dia meninggal, setelah di kantor polisi, baru dapat info. Karena melihat setelah terjadi keributan masih berdiri, setelah beberapa waktu kemudian baru dapat khabar dia pingsan dan dibawa ke rumah sakit," katanya lagi.
Tetapi apapun alasannya, pengantin baru bersama dua pekerja rumah makan itu, harus mendekam dalam sel, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.
Sedangkan saat istrinya datang membesuk, langsung menangis histeris memeluk suaminya, Zm. Suasana haru terlihat. Ketika pengantin baru harus berpisah sementara, akibat tesandung kasus pengeroyokan yang dilakukan terhadap tetangganya hingga tewas. (Sa)