3.425 Balita Belum Tersentuh Imunisasi, Pemko Pekanbaru Kejar Anak Zero Dose

Selasa, 15 September 2026 - 21:49:02 WIB

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho saat mengendong anak belum lama ini

‎PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Saat ini, ribuan anak usia dini di Kota Pekanbaru masih belum mendapatkan imunisasi sama sekali. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat sedikitnya 3.425 anak usia 0 hingga 2 tahun masuk dalam kategori zero dose.

‎Kondisi ini menjadi perhatian serius karena anak yang belum mendapatkan imunisasi memiliki risiko lebih tinggi terpapar berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

‎Sekretaris Dinkes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi mengatakan bahwa anak-anak yang belum memperoleh imunisasi berisiko terserang penyakit seperti difteri, tetanus, campak hingga rubella.

‎“Kalau ini dibiarkan mereka berisiko terjangkit penyakit seperti difteri, tetanus, campak dan rubella,” ungkap Dedy, Selasa (15/9/2026).

‎Menurut Dedy, persoalan tersebut menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Pekanbaru. Terlebih, capaian imunisasi anak di Kota Pekanbaru saat ini masih tergolong rendah dan berada di peringkat ke-11 dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

‎Walikota Pekanbaru  Instruksikan Percepatan

‎Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian Walikota Pekanbaru Agung Nugroho. Dedy menyebut, Walikota Pekanbaru telah menginstruksikan Dinkes mengambil langkah percepatan untuk meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus menekan jumlah anak zero dose.

‎“Sesuai arahan pak Walikota, kami mendapat instruksi untuk melakukan langkah percepatan,” sebutnya.

‎Percepatan imunisasi nantinya tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinkes. Pemko Pekanbaru akan menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Sosial hingga TP PKK untuk memperluas sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

‎Langkah ini dinilai penting karena persoalan imunisasi tidak cukup hanya dengan menyediakan layanan. Orang tua juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah.

‎“Agar nantinya orangtua bisa membawa anak-anaknya ke posyandu atau puskesmas untuk melakukan imunisasi,” jelas Dedy.

‎Oktober Jadi Momentum Kejar Imunisasi

‎Upaya mengejar ketertinggalan imunisasi juga sejalan dengan dorongan Kementerian Kesehatan RI melalui Bulan Imunisasi Kejar Nasional  yang direncanakan berlangsung selama satu bulan, mulai 1 Oktober hingga 31 Oktober 2026.

‎Program tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menjangkau anak-anak yang selama ini belum mendapatkan imunisasi dasar.

‎Dinkes Pekanbaru akan mengoptimalkan layanan di posyandu dan puskesmas sekaligus memperkuat edukasi bersama lintas sektor.

‎Dedy menegaskan, keberadaan 3.425 anak zero dose tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Semakin cepat anak mendapatkan imunisasi, semakin besar pula upaya perlindungan terhadap risiko penyakit menular yang dapat dicegah.

‎Pemko Pekanbaru kini mendorong seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua, untuk mengambil peran dengan membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan dan memastikan imunisasi mereka lengkap. (Kim)