Pamit Setelah Sebulan Penyuluhan Karhutla, Bupati Kampar Apresiasi Mabes TNI yang Turun Langsung ke Masyarakat

Senin, 21 September 2026 - 16:19:13 WIB

Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar didampingi Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag M.Si, Sekda Kampar Dr Ardi Mardiansyah saat menerima kunjungan sekaligus pamitan Tim Penyuluhan Mabes TNI , Senin (21/9/2026)

BANGKINANG KOTA--(KIBLATRIAU.COM)--  Pemerintah Kabupaten Kampar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI yang selama sebulan turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, sosialisasi, sekaligus menggali berbagai persoalan terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kabupaten Kampar.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT yang didampingi oleh Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag M.Si, Sekda Kampar Dr Ardi Mardiansyah S.STP M.Si saat menerima kunjungan sekaligus pamitan Tim Penyuluhan Mabes TNI di Lantai II Kantor Bupati Kampar, Senin (21/9/2026).

Bupati Kampar menilai kehadiran tim Mabes TNI memberikan manfaat besar, terutama dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, masyarakat dunia usaha dan berbagai elemen lainnya dalam menghadapi ancaman Karhutla.

“Alhamdulillah, kita mendapat kunjungan dari TNI yang dipimpin langsung oleh bapak Brigjen TNI Sudarma beserta tim penyuluh. Kami sangat berterima kasih atas penyuluhan yang telah dilakukan selama ini, termasuk turun langsung ke masyarakat,” ungkap Bupati Kampar Ahmad Yuzar.

Menurutnya, berbagai masukan dan hasil kajian yang disampaikan Tim Mabes TNI akan menjadi bahan penting bagi Pemkab Kampar dalam menyusun langkah pencegahan Karhutla secara lebih terarah. Termasuk kemungkinan memperkuat aturan di tingkat desa melalui peraturan yang mengikat terhadap praktik pembakaran lahan secara sembarangan.

“Kunjungan, kajian dan tatap muka langsung dengan masyarakat ini memberikan banyak inovasi. Apa yang disampaikan akan menjadi peta jalan bagi kita, termasuk bagaimana memperkuat peraturan desa agar ada aturan yang jelas dan sanksi bagi pembakar lahan,” terang Yuzar

Sementara itu, Brigjen TNI Sudarma, S.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar dan seluruh masyarakat atas sambutan selama tim berada di Kampar. Ia menjelaskan, Tim Penyuluhan Mabes TNI berada di Kabupaten Kampar sejak 23 Agustus hingga 23 September 2026 dengan agenda sosialisasi dan penyuluhan Karhutla secara langsung ke berbagai lapisan masyarakat.

“Selama satu bulan kami melakukan sosialisasi terkait Karhutla. Kami telah mengunjungi 21 kecamatan, meskipun masih ada beberapa desa yang belum dapat kami jangkau. Kami juga mengunjungi dua perguruan tinggi dan sejumlah pondok pesantren,”  terang Sudarma.

Dikatakannya, pihaknya telah melakukan sebanyak 4.200 audiens yang terdiri atas masyarakat peduli api, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama. Dari hasil kunjungan ke berbagai wilayah tersebut, tim menemukan berbagai potensi dan persoalan yang membutuhkan penguatan koordinasi, salah satunya keberadaan relawan api, perusahaan, kepala desa hingga camat yang perlu dihimpun dalam satu sistem penanggulangan Karhutla.

“Kami melihat perlunya integrasi dan sebuah wadah dalam satu posko yang melibatkan berbagai elemen, lengkap dengan aturan pelaksanaannya. Ini bisa menjadi inisiasi Pemkab Kampar untuk diusulkan dari Kampar ke tingkat provinsi maupun pusat,” paparnya

Sudarma menambahkan, gagasan tersebut merupakan salah satu rekomendasi yang akan dibawa dan dilaporkan kepada Mabes TNI sebagai hasil dari penyuluhan di Kabupaten Kampar.

Menurutnya, keberadaan posko terpadu diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi seluruh unsur dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Selain penguatan kelembagaan dan sinergi masyarakat, tim juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam penanganan Karhutla, termasuk penggunaan drone untuk membantu pemantauan wilayah dan mendukung upaya penanggulangan kebakaran, khususnya pada lokasi yang sulit dijangkau secara langsung.

Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., turut meminta agar kondisi geografis Kabupaten Kampar menjadi perhatian dalam dukungan penanganan Karhutla, termasuk kebutuhan sarana dan peralatan pemadam kebakaran.

“Kami mohon kondisi Kampar dapat disampaikan, sehingga alat pemadam dapat dialokasikan ke Pemkab Kampar. Wilayah Kampar cukup luas dan masih banyak daerah yang sulit dijangkau,” ujar Misharti.

Ia menjelaskan, selain memiliki Posko Induk Damkar, Kabupaten Kampar saat ini memiliki enam pos pemadam kebakaran yang tersebar di sejumlah wilayah. Namun, keterbatasan jangkauan masih menjadi tantangan ketika terjadi kebakaran di wilayah yang jauh dan sulit diakses.

Tim Penyuluhan Mabes TNI di wilayah Kodim 0313/KPR dipimpin Brigjen TNI Sudarma, S.H., didampingi Kolonel Agus Donny, Kolonel Laut Dedi Noferi, Kolonel Jano, Kolonel Laut Muksalmina, Kolonel Hermawan, Mayor Muhammad Aripin, Mayor Inf. Dudung Ar serta personel Kodim 0313/KPR.***