Di Sidang Umum PBB, Republik Indonesia Tegaskan Tetap Berdiri Bersama Palestina
Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono, bicara dalam Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono, bicara dalam Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS). Ia menyampaikan, Indonesia tetap berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak-hak mereka terpenuhi.Sugiono menyebut hukum internasional harus ditegakkan secara konsisten, kedaulatan harus dihormati, dan kolonialisme harus diakhiri."Di sinilah Palestina tetap menjadi salah satu ujian paling jelas atas prinsip-prinsip ini dan ujian bagi nurani kita. Pelanggaran nyata terhadap hukum internasional di Gaza dan Tepi Barat mengingatkan kita pada dunia pra-1945, dunia sebelum Piagam PBB, sebelum Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, dan sebelum empat Konvensi Jenewa 1949," ungkap Sugiono, Ahad (27/9/2026).
Menlu menyebut Indonesia tahu dan pernah berjuang melawan kolonialisme. Menurutnya, saat itu hukum internasional sedang lemah dan hukum rimba berlaku.Perjalanan itu membuat Indonesia memberikan dukungan konsisten bagi rakyat Palestina hingga mereka bisa menentukan masa depan mereka sendiri. Ia pun menegaskan, Indonesia akan memberikan dukungan sampai negara Palestina diakui.
"Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak mereka untuk menentukan nasib sendiri terpenuhi, dan sampai Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud berdasarkan solusi dua negara sesuai dengan hukum internasional dan parameter yang disepakati secara internasional," katanya.Selain itu, menurutnya, Palestina adalah ujian bagi PBB untuk menegakkan prinsip-prinsip yang diyakininya."Palestina adalah ujian apakah sistem multilateral dapat menegakkan prinsip-prinsip yang diciptakan untuk dibelanya, dan apakah sistem tersebut dapat memberikan hasil nyata ketika paling dibutuhkan," katanya.
Selain itu, Sugiono menyinggung Sekretaris Jenderal António Guterres yang memimpin PBB di masa yang menantang karena terjadi perang, pandemi global, darurat kemanusiaan, dan transformasi teknologi yang pesat."Indonesia menyampaikan apresiasinya atas kepemimpinan dan pengabdian beliau selama satu dekade terakhir. Di tengah berbagai tantangan ini, PBB terus menyediakan platform penting bagi dialog dan penyelesaian masalah secara kolektif," katanya.Ia berharap Sekjen PBB berikutnya akan menanggung tanggung jawab yang sama penting, yaitu menegakkan Piagam PBB, memperkuat organisasi, dan menerjemahkan multilateralisme menjadi hasil nyata bagi masyarakat."Kepemimpinan yang efektif juga harus disertai dengan komitmen penuh dari negara-negara anggota untuk membuat multilateralisme bekerja dengan baik,'' pungkasnya. (Net/Hen)