Hadapi Karhutla di Riau, Asian Agri Perkuat Patroli dan Respons Lapangan
Asian Agri memperkuat patroli dan pemantauan area rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Provinsi Riau.
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)--Asian Agri memperkuat patroli dan pemantauan area rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Provinsi Riau.
Tidak saja meningkatkan patroli, tapi kesiapan personel dan peralatan juga ditingkatkan agar tim dapat bergerak cepat ketika ditemukan kebakaran, baik di dalam area operasional maupun di wilayah sekitar yang membutuhkan dukungan penanganan.
Seiring dengan itu, di sejumlah wilayah operasionalnya, Asian Agri meningkatkan frekuensi patroli rutin dan pemantauan titik panas atau hotspot, serta memastikan kesiapan sumber air dan peralatan pemadam.
Setiap indikasi titik panas yang terpantau ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi aktual dan menentukan respons yang diperlukan.
Ketika hasil pengecekan menunjukkan adanya potensi kebakaran, tim Asian Agri bergerak membantu proses pemadaman bersama masyarakat dan pihak terkait. Dukungan tidak terbatas pada area perusahaan, tetapi juga diberikan untuk membantu penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasional guna mengendalikan api dan mencegahnya meluas.
Senior Manager Sustainability Operations & CSR Asian Agri, Putu Grhyate Yonata Aksa, mengatakan bahwa pencegahan tetap menjadi prioritas utama, sementara kesiapan untuk merespons kondisi di lapangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut.
“Patroli dan pemantauan terus kami tingkatkan agar potensi kebakaran dapat diketahui sedini mungkin. Ketika ditemukan kebakaran, tim kami juga siap bergerak bersama masyarakat dan pihak terkait untuk membantu melakukan penanganan, termasuk apabila lokasi kebakaran berada di luar area perusahaan,” terang Putu, Senin (28/9/2026).
Lanjut Putu, selain membantu proses pemadaman, Asian Agri juga memberikan dukungan kepada masyarakat di sekitar area terdampak, termasuk melalui pembagian masker untuk membantu mengurangi paparan asap di sejumlah lokasi.
"Dukungan tersebut dilakukan bersamaan dengan koordinasi di lapangan untuk menyesuaikan respons dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat," sebutnya.
Respons terhadap kebakaran berjalan beriringan dengan upaya pencegahan jangka panjang yang dilakukan Asian Agri bersama masyarakat. Sejak 2016, perusahaan menjalankan Program Desa Bebas Api (DBA) untuk memperkuat kemampuan masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons potensi kebakaran sejak dini.
Melalui program tersebut, Asian Agri mendorong edukasi mengenai bahaya karhutla, patroli dan pemantauan, pelaporan dini, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, serta praktik pembukaan lahan tanpa bakar. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pencegahan karena berada paling dekat dengan wilayahnya dan dapat berperan dalam mendeteksi risiko sejak awal.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah di tingkat nasional yang menekankan perlunya peningkatan pendekatan pencegahan presisi berbasis desa, termasuk melalui penguatan peran masyarakat dalam mendeteksi dan merespons potensi kebakaran sejak dini, salah satunya melalui MPA.
“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan karhutla. Oleh karena itu, kami terus memperkuat kemampuan masyarakat untuk mengenali risiko, melakukan pemantauan, dan merespons sejak awal agar potensi kebakaran dapat ditangani sebelum semakin meluas,” tambah Putu.
Sementara Asian Agri terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, MPA, Manggala Agni, TNI, Polri, dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Riau.
"Perusahaan juga telah menerapkan kebijakan tanpa membakar di seluruh area operasionalnya sejak 1994, hingga sekarang," pungkasnya.. (Sa)