Ketua HNSI Kepri Desak Aparat Dalami Dugaan Illegal Fishing di Perairan Pulau Midai
Ketua DPD HNSI Kepri Distrawandi
BATAM--(KIBLATRIAU.COM)--Ketua DPD HNSI Kepri versi Munas Bogor sekaligus Ketua Umum PKPM (Perkumpulan Keluarga Pulau Midai) di Batam, Distrawandi, meminta agar Pemerintah Kabupaten Natuna bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait memberikan perhatian serius terhadap dugaan praktik illegal fishing di perairan Pulau Midai.
Distrawandi yang juga merupakan putra kelahiran Pulau Midai, Senin, (28/09/2026) mengatakan, bahwa aktivitas penangkapan ikan yang oleh sebagian masyarakat setempat dikenal dengan istilah “Illegal Fishing” perlu didalami secara serius apabila terdapat laporan dan bukti yang menunjukkan adanya praktik penangkapan ikan yang melanggar ketentuan.
Menurutnya, dugaan illegal fishing tersebut tidak cukup hanya dilihat dari aktivitas pelaku di lapangan. Jika ditemukan penggunaan bahan peledak atau alat tangkap yang merusak lingkungan, pihak terkait perlu menelusuri seluruh rantai aktivitas tersebut.
“Kami sudah mendengar, melihat, dan melaporkan ini berulang kali. Di media, di berita, di mulut setiap warga. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana tindakan nyatanya?” tegas Distrawandi.
Minta Pemerintah dan Aparat Turun Tangan
Distrawandi meminta Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Bupati, dinas terkait, Kepolisian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta PSDKP meningkatkan pengawasan terhadap perairan di Midai.
Ia berharap apabila ditemukan bukti illegal fishing, penanganan tidak hanya berhenti pada aktivitas di lapangan, tetapi juga menelusuri pihak-pihak lain yang mungkin berkaitan.
“Perairan Midai dan sekitarnya membutuhkan pengawasan nyata dari Bupati, Kepolisian, Dinas Perikanan, KKP, dan PSDKP. Kalau memang ditemukan pelanggaran, telusuri dari hulu ke hilir: siapa pelakunya, bagaimana bahan dan peralatannya diperoleh, serta siapa yang menerima hasil tangkapannya,” ujarnya
Distrawandi juga mempertanyakan kemungkinan adanya pihak lain yang membantu atau melindungi aktivitas tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu harus dibuktikan melalui penyelidikan dan alat bukti, bukan hanya berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat.
Laut Midai Sumber Kehidupan Nelayan
Menurut Distrawandi, dugaan illegal fishing menjadi perhatian penting karena laut merupakan sumber penghidupan masyarakat di Midai.
“Laut Midai bukan milik sekelompok orang yang ingin kaya mendadak. Laut ini menyokong kehidupan kita semua. Kalau ada aktivitas penangkapan ikan yang merusak, yang terdampak adalah masyarakat nelayan yang mencari nafkah dengan jujur,” urainya.
Ia menilai praktik penangkapan ikan yang merusak dapat memberikan dampak terhadap ekosistem laut, sumber daya ikan, dan keberlangsungan kehidupan nelayan.
Karena itu, Distrawandi meminta pengawasan terhadap wilayah perairan Midai dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan instansi yang memiliki kewenangan di bidang kelautan dan perikanan.
Minta Tidak Ada yang Kebal Hukum
Distrawandi menegaskan, apabila berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan adanya tindak pidana illegal fishing, siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum.
“Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus diproses sesuai hukum. Jangan ada yang kebal hukum. Tetapi sebelum ada pembuktian, jangan pula masyarakat menghakimi seseorang,” tegasnya.
Ia juga meminta aparat tidak berhenti pada pelaku lapangan apabila penyelidikan nantinya menemukan adanya pihak lain yang turut berperan dalam aktivitas tersebut.
Sebagai putra kelahiran Pulau Midai, Distrawandi mengatakan bahwa dirinya memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat dan sumber daya laut di kampung halamannya.
Ia berharap persoalan dugaan illegal fishing tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat, tetapi menjadi perhatian bersama untuk memperkuat pengawasan dan menjaga kelestarian laut Midai.
“Kalau ada dugaan pelanggaran, laporkan dan periksa. Jika terbukti, proses sesuai hukum. Kalau tidak terbukti, nama baik orang juga harus dijaga,” ujarnya.
Distrawandi menambahkan, masyarakat nelayan juga memiliki peran penting dalam menjaga laut dan melaporkan dugaan aktivitas illegal fishing kepada pihak berwenang.
Seluruh dugaan illegal fishing, termasuk dugaan penggunaan bahan peledak dan keterlibatan pihak tertentu, dalam pemberitaan ini merupakan informasi dan pernyataan yang disampaikan Distrawandi serta masih memerlukan pembuktian dan pendalaman oleh aparat berwenang. (Edwin).