PAC PSNU Pagar Nusa Sei Beduk Borong 8 Medali dan Pesilat Terbaik

Senin, 05 Oktober 2026 - 10:24:11 WIB

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kecamatan Sei Beduk menorehkan prestasi membanggakan pada ajang King of Silat Championship (KOSC) Open-1 2026

BATAM--(KIBLATRIAU.COM)--  Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kecamatan Sei Beduk menorehkan prestasi membanggakan pada ajang King of Silat Championship (KOSC) Open-1 2026 yang dihelat di Mall Botania 2 (MB2) Batam pada 2–4 Oktober 2026. Dalam kejuaraan terbuka tersebut, kontingen Sei Beduk sukses memboyong total 8 medali rincian 3 Emas, 1 Perak, 4 Perunggu, serta 1 pesilat terbaik.

Ketua PAC PSNU Pagar Nusa Sei Beduk, Choirul Zainal Abidin, ketika ditemui, Senin (05/10/2026) menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan mendalam atas pencapaian luar biasa anak-anak asuhnya di gelanggang pertandingan.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga. Capaian ini adalah hasil kerja keras anak-anak, pelatih, dan dukungan orang tua. Ini membuktikan bahwa pembinaan di PAC Sei Beduk berjalan di jalur yang benar, namun ini bukanlah garis akhir," ungkap Choirul Zainal Abidin dalam wawancara khusus.

Menghadapi persaingan ketat di KOSC Open-1 2026, jajaran pelatih PAC Sei Beduk menerapkan strategi matang demi membawa para atlet tampil dominan. Menurut Choirul, terdapat tiga kunci utama dalam masa persiapan hingga pertandingan:

Kedisiplinan Latihan

Menerapkan jadwal latihan yang ketat, terarah, serta berfokus pada penguatan fisik dan teknik sesuai kategori masing-masing atlet.

Simulasi Pertandingan: Mengadakan uji tanding rutin agar para atlet terbiasa dengan atmosfer kompetisi yang sesungguhnya.

Analisis Taktis: Mempelajari karakter lawan dan aturan pertandingan secara detail, diiringi evaluasi berkala setelah setiap sesi latihan.

Di balik raihan medali emas tersebut, para atlet sempat menghadapi tantangan berat berupa tekanan mental menghadapi berbagai perguruan silat lain serta kelelahan fisik akibat jadwal padat selama tiga hari di arena pertandingan.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim pelatih menempa mental atlet melalui motivasi intensif, simulasi tekanan, serta penguatan spiritual lewat doa bersama sebelum bertandang ke gelanggang. Atlet terus ditanamkan jiwa sportivitas bahwa menang dan kalah adalah bagian dari proses pembelajaran.

Menatap masa depan, prestasi gemilang ini dijadikan momentum untuk memperkuat sistem pembinaan internal. PAC Sei Beduk telah menyiapkan tiga langkah konkret untuk menjaga kesinambungan prestasi usia dini:

Penguatan Ranting: Membuka dan memperluas basis latihan rutin usia dini di berbagai ranting wilayah Sei Beduk.

Kompetisi Berkala: Menggelar seleksi dan kejuaraan internal secara rutin demi menjaring bibit-bibit atlet potensial.

Kemitraan Luas: Meningkatkan kualitas pelatih serta menggandeng lembaga pendidikan sekolah dan pesantren agar regenerasi pesilat tidak terputus.

Di akhir wawancara, Choirul Zainal Abidin menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh atas kesuksesan kontingen Sei Beduk.

"Kepada atlet supaya tetap rendah hati, jaga akhlak, dan teruslah berlatih. Kepada pelatih danwali murid saya ucapkan terima kasih atas dedikasi, kesabaran, waktu, serta doa dan dukungan penuh yang diberikan," ujar Choirul Zainal.

Ia juga mengingatkan seluruh kader untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan memegang teguh semboyan organisasi: "Lagholiba Illabillah" serta semangat "Pagar Nusa Berlatih, Bertanding, Berprestasi."(Indra Setiawan).