Koalisi Masyarakat Sipil Kunjungi DPRD Riau untuk Deklarasi Kaukus Parlemen Hijau

Senin, 05 Oktober 2026 - 15:12:06 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Riau yang melingkupi 60 organisasi di bidang pemberdayaan masyarakat, lingkungan hidup, GEDSI melakukan kunjungan ke DPRD Riau, Senin (5/10/2026)

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Riau yang melingkupi 60 organisasi di bidang pemberdayaan masyarakat, lingkungan hidup, GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion), transparansi anggaran, kehutanan, perhutanan sosial, dan kebijakan publik, melakukan kunjungan strategis ke Gedung DPRD Provinsi Riau pada Senin, (5/10/2026).

Kunjungan bertujuan untuk mendorong percepatan deklarasi Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau yang ditargetkan terealisasi bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 mendatang. Kaukus Parlemen Hijau sendiri merupakan wadah/kaukus lintas fraksi di parlemen yang menyatukan para anggota legislatif yang memiliki komitmen kuat dan visi yang sama terhadap isu-isu lingkungan hidup, keberlanjutan, serta keadilan ekologis demi merumuskan kebijakan yang pro-bumi.

Fraksi Gerindra Beri Lampu Hijau, Utus Tiga Anggota Terbaik


Pada agenda pertama, KMS Riau diterima langsung oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Riau, Ginda Burnama, S.T., M.T. di Ruang Fraksi Gerindra. Dalam diskusi tersebut, KMS Riau menyampaikan urgensi dan pentingnya deklarasi Kaukus Parlemen Hijau dideklarasikan di gedung parlemen sebagai bentuk komitmen politik hijau di Bumi Lancang Kuning.


Merespons hal tersebut, Ginda Burnama menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan fraksinya siap berkomitmen penuh dan langsung mengutus tiga nama dari Fraksi Gerindra untuk bergabung ke dalam kaukus, yaitu dirinya sendiri (Ginda Burnama), Androy Aderianda, dan Edi Basri.

 

Pertemuan di Fraksi 
Gerindra ini dihadiri oleh jajaran tokoh KMS Riau, di antaranya Johny Setiawan Mundung (Yayasan Inisiatif Bumi Swarnadwipa), Hasan Supriyanto (Riau Research Center), Sri Wahyuni (Ayu) (Yayasan Bunga Bangsa/Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan GEDSI), Defi (WALHI Riau), Gusmansyah (FITRA Riau), serta Sukarno (Kiki) (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Masyarakat).
Reuni Perjuangan Ekologis di Fraksi PDI-P.

Usai dari Fraksi Gerindra, sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan KMS Riau melanjutkan gerakannya menuju Ruang Fraksi PDI-Perjuangan. 
Diskusi di fraksi ini berlangsung hangat dan seru lantaran Ketua Fraksi PDI-P Riau, Makmun Solikhin (akrab disapa Mas Ikin), memiliki rekam jejak yang lekat dengan gerakan sipil.

Mas Ikin merupakan mantan Direktur Eksekutif Yayasan Tanah Air pada era awal reformasi (tahun 2000-an). Ia dan para aktivis KMS Riau pernah berjuang bersama dalam Konsorsium Masyarakat Sipil untuk menyelamatkan hutan Riau melalui skema Hutan Kemasyarakatan serta menyelamatkan kawasan PLTA Koto Panjang pada tahun 2001 hingga 2003.


Didampingi anggota fraksi Robin Hutagalung, Makmun Solikhin menyatakan komitmen penuh dan rasa antusiasnya terhadap pembentukan Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau.
"Kami sangat mendukung dan menyambut baik wadah ini demi mempercepat lahirnya regulasi hijau daerah, seperti Perda Lingkungan Hidup, Perda Perhutanan Sosial, Perda Mangrove Riau, hingga Perda Masyarakat Hukum Adat/Ulayat yang saat ini sedang dibahas serius oleh DPRD Riau," ungkap Makmun.


Tidak main-main, Fraksi PDI-P bahkan siap memfasilitasi jalannya Deklarasi Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau tersebut. "Kami juga akan mengundang perwakilan Anggota DPRD dari tingkat Kabupaten dan Kota se-Provinsi Riau, Insya Allah," tuturnya optimis.


Dengan dukungan kuat dari dua fraksi besar di DPRD Riau ini, KMS Riau berharap langkah legislasi dan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan hak-hak masyarakat adat di Provinsi Riau dapat melesat lebih cepat.***