Diskes Riau sebut 27.250 Masyarakat Riau Terpapar ISPA

Jumat, 09 Oktober 2026 - 07:07:32 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli S.Kep MH

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Saat ini, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau masih tinggi. Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, hingga saat ini total sudah ada 27.250 masyarakat Riau  terpapar ISPA yang berasal dari 12 kabupaten/kota di Riau. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli S.Kep MH menjelaskan, bahwa dari jumlah tersebut Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan kasus tertinggi yaitu 7.434 kasus. Disusul Kabupaten Kampar 3.629  kasus serta Kabupaten Bengkalis 2.964 kasus.

''Kemudian Kota Dumai 2.887 kasus, Siak 2.806 kasus, Pelalawan 2.555 kasus, Kuansing 1.297 kasus, Indragiri Hulu 1.235 kasus, Kepulauan Meranti 1.188 kasus. Dan Kabupaten Rokan Hulu 908 kasus, Rokan Hilir 205 kasus dan Indragiri Hilir 79  kasus,'' ungkap Zulkifli, Kamis (7/10/2026). Meski terjadi kenaikan kasus ISPA, Zulkifli mengklaim fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih sanggup menampung dan melayani para pasien secara maksimal. Guna menekan dampak buruk kasus ISPA,  Diskes Riau terus menggalakkan pembagian masker gratis dan kampanye edukasi kesehatan ke masyarakat.

''Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk  mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,'' terang Zulkifli.

Diskes Riau juga mendirikan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan kritis. Langkah darurat ini juga melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker  kepada para pengguna jalan. Kemudian juga, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan deteksi dini dengan mendorong masyarakat yang mengalami gejala untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

.''Kita juga mendorong  peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan. Dan khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit  
penyerta, dan lanjut usia,'' papar Zulkifli.

Selain itu juga perlu tindakan memastikan ketersediaan masker dalam melindungi diri dari polusi udara, khususnya masker yang dapat menyaring polusi udara.''Tenaga kesehatan kita di Faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus  kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota,'' tutur Zulkifli. ***