Inilah 4 Peristiwa Bersejarah di Bulan Jumadil Awal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:22:33 WIB

Ilustrasi bulan Jumadil

JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriah. Di bulan ini ada sejumlah peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam.Menurut tradisi masyarakat Arab, Jumadil Awal berarti permulaan musim kemarau. Dari segi bahasa berarti kering atau beku. Di masa lalu, orang-orang Arab mengalami kekeringan air di bulan ini. Ketika itu, parit, sumur dan sungai menjadi kering dan beku.Dirangkum dari buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah karya Ida Fitri Shohibah, berikut empat peristiwa yang dikaitkan dengan bulan Jumadil Awal.


1. Ekspedisi Al-Asyirah
Salah satu peristiwa yang dikaitkan dengan bulan Jumadil Awal adalah ekspedisi Al-Asyirah atau Al-Ashirah. Peristiwa ini berlangsung pada masa awal kehidupan kaum muslimin di Madinah, ketika ancaman dari kaum Quraisy masih menjadi persoalan bagi umat Islam.Rasulullah SAW memimpin pasukan dari kalangan Muhajirin menuju wilayah Al-Asyirah. Jumlah pasukan disebut sekitar 150 orang, sedangkan riwayat lain menyebut 200 orang.Ekspedisi tersebut bertujuan menghadang rombongan dagang Quraisy yang melintasi kawasan itu. Pada masa tersebut, kafilah dagang Quraisy menjadi salah satu sasaran strategis dalam konflik antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy.

Rasulullah SAW bersama pasukannya tinggal di Al-Asyirah selama beberapa malam. Namun, rombongan dagang yang menjadi sasaran tidak berhasil mereka hadang. Rasulullah SAW kemudian kembali ke Madinah tanpa terjadi pertempuran.Peristiwa ini dikenal sebagai ekspedisi militer, tetapi tidak berujung pada peperangan terbuka. Ekspedisi Al-Asyirah juga menjadi bagian dari rangkaian langkah Rasulullah SAW dalam menghadapi tekanan kaum Quraisy terhadap masyarakat muslim di Madinah.

2. Perang Dzatur Riqa
Peristiwa berikutnya adalah Dzatur Riqa, yang juga dikenal sebagai Perang Najd. Dalam kitab Jami' as-Sirah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mencatat ekspedisi yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW untuk menghadapi kelompok dari Bani Muharib dan Bani Tsa'labah, yang merupakan bagian dari Ghathafan.

Sebagian riwayat menempatkan ekspedisi ini pada Jumadil Awal tahun keempat Hijriah. Namun, waktu terjadinya Dzatur Riqa diperselisihkan oleh para ahli sejarah.Ada pendapat yang menempatkannya setelah Perang Khaibar, sekitar tahun ketujuh Hijriah. Karena itu, penyebutan tahun keempat Hijriah tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya pendapat yang disepakati.Nama Dzatur Riqa memiliki arti yang berkaitan dengan potongan atau sobekan kain. Salah satu penjelasan yang populer menyebut nama tersebut berasal dari kondisi kaki para sahabat yang terluka atau lecet ketika menempuh perjalanan jauh, sehingga mereka membalutnya dengan potongan kain.Dalam sejumlah riwayat, ekspedisi tersebut tidak berakhir dengan pertempuran terbuka. Kelompok yang hendak dihadapi Rasulullah SAW memilih menjauh, sehingga pasukan muslim kembali tanpa terjadi peperangan langsung.

3. Lahirnya Imam Al-Ghazali dan Ali Zainal Abidin
Bulan Jumadil Awal juga dikaitkan dengan kelahiran sejumlah tokoh penting dalam sejarah Islam. Beberapa tulisan tentang kalender Hijriah menyebut nama ulama besar seperti Imam Al-Ghazali dan Ali Zainal Abidin.

Imam Al-Ghazali dikenal sebagai ulama yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan pemikiran Islam. Karya-karyanya membahas berbagai persoalan keislaman, mulai dari akidah, fikih, hingga penyucian jiwa. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Ihya' Ulumuddin.

Sementara itu, Ali Zainal Abidin merupakan putra Husain bin Ali dan cucu Ali bin Abi Thalib. Ia dikenal dalam sejarah Islam karena ibadah, ketekunan, serta ajaran-ajarannya tentang akhlak dan kehidupan. Menurut pendapat lain, Ali lahir bulan Syakban.

4. Perang Mu'tah
Perang Mu'tah menjadi salah satu peristiwa militer penting yang dikaitkan dengan bulan Jumadil Awal. Peristiwa ini terjadi pada tahun kedelapan Hijriah, sekitar 629 M, di wilayah Mu'tah yang kini berada di Yordania.

Dalam kitab Jami' as-Sirah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, pemicu perang ini berkaitan dengan terbunuhnya utusan Rasulullah SAW bernama Al-Harits bin Umair Al-Azdi. Ia diutus membawa surat kepada penguasa Busra di wilayah Syam, tetapi dicegat dan dibunuh oleh Syurahbil bin Amr Al-Ghassani.Pembunuhan terhadap utusan tersebut menjadi persoalan serius. Rasulullah SAW kemudian menyiapkan pasukan untuk menghadapi kekuatan Ghassaniyah yang bersekutu dengan Romawi Timur.
Rasulullah SAW menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai komandan pertama. Apabila Zaid gugur, kepemimpinan akan dilanjutkan oleh Ja'far bin Abi Thalib, kemudian Abdullah bin Rawahah.Dalam pertempuran tersebut, ketiga komandan itu gugur. Setelahnya, Khalid bin Walid mengambil alih kepemimpinan dan membawa pasukan Muslim keluar dari situasi pertempuran.(Net/Hen)