Inilah Doa Nabi Musa, Amalan Mustajab untuk Mohon Kemudahan Urusan
Ilustrasi doa
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Perjalanan hidup para nabi senantiasa menyuguhkan keteladanan dalam menghadapi ujian yang begitu berat. Salah satunya Nabi Musa AS, di tengah situasi yang kerap menyesakkan dada, senjata terkuat yang dimiliki Nabi Musa AS kala itu hanyalah doa dan memasrahkan segalanya kepada Allah SWT.Kalimat-kalimat yang beliau panjatkan mencerminkan kerendahan hati di hadapan Sang Khaliq yang berbuah penenang jiwa untuk mengubah ketakutan menjadi keberanian. Doa Nabi Musa AS diabadikan dalam ayat suci Al-Qur'an sehingga bisa diamalkan oleh kaum muslim untuk memohon kemudahan urusan dan kelapangan hati.
Berikut kumpulan doa Nabi Musa AS yang diabadikan dalam Al-Qur'an.
Doa Nabi Musa Mohon Kelapangan dan Kemudahan Urusan
رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ
Rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul 'uqdatam mil lisānī yafqahū qaulī.
Artinya: "Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku." (QS Taha: 25-28)
Doa Nabi Musa Mohon Perlindungan dari Orang Zalim
رَبِّ نَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ . عَسٰى رَبِّيْٓ اَنْ يَّهْدِيَنِيْ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ
Rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn, 'asā rabbī ay yahdiyanī sawā'as-sabīl
Artinya: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim. Semoga Tuhanku membimbingku ke jalan yang benar." (QS Al-Qasas: 21-22)
Doa Nabi Musa Mohon Terhindar dari Fitnah
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ . وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Rabbanā lā taj'alnā fitnatal lil-qaumiẓ-ẓālimīn wa najjinā biraḥmatika minal-qaumil-kāfirīn
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim. Selamatkanlah pula kami dengan rahmat-Mu dari kaum yang kafir." (QS Yunus: 85-86)
Doa Nabi Musa Mohon Ampunan dan Rahmat
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِاَخِيْ وَاَدْخِلْنَا فِيْ رَحْمَتِكَ ۖوَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ
Rabbigfirlī wa li'akhī wa adkhilnā fī raḥmatik(a), wa anta arḥamur-rāḥimīn
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku serta masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Engkaulah Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (QS Al-A'raf: 151)
Doa Nabi Musa Mohon Ampunan dan Tobat
رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَغَفَرَ لَهٗ
Rabbi innī ẓalamtu nafsī fagfir lī fagafara lah
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku." (QS Al-Qasas: 16)
Doa Nabi Musa Mohon Kesabaran dan Husnul Khatimah
رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ
Rabanā afrig 'alainā ṣabraw wa tawaffanā muslimīn
Artinya: "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu)." (QS Al-A'raf: 126)
Doa Nabi Musa Mohon Rezeki
رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ
Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku." (QS Al-Qasas: 24)
Kisah Nabi Musa AS
Nabi Musa AS menempati urutan pertama sebagai nabi yang paling banyak disebut namanya dalam Al-Qur'an, yakni lebih dari 130 kali di berbagai surah. Dalam buku Sejarah Peradaban Dunia Timur dan Barat karya Rizem Aizid dijelaskan bahwa Nabi
Musa AS adalah putra dari Amran (Imran) dan ibundanya bernama Yukabad.
Beliau mendapat julukan mulia Kalimullah (orang yang diajak berbicara langsung oleh Allah). Beliau lahir di masa kerajaan Firaun yang bengis dan arogan hingga mengaku sebagai tuhan. Demi menyelamatkannya dari pembantaian bayi laki-laki, Yukabad menghanyutkan bayi Musa ke Sungai Nil hingga akhirnya dipungut oleh istri Firaun, dan dibesarkan di dalam istana.
Setelah dewasa, sebuah insiden pemukulan terhadap orang Qibthi membuat Nabi Musa AS terpaksa mengasingkan diri ke Madyan, menikah dengan putri Nabi Syu'aib (Shafura), sebelum akhirnya diutus kembali membebaskan Bani Israil dari belenggu perbudakan Firaun.
Merujuk pada buku Petunjuk Akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah karya Ahmad Izzudin Al-Bayanuni, Allah SWT menganugerahi Nabi Musa AS berbagai mukjizat nyata:
1. Tongkat Berubah Menjadi Ular dan Tangan Bercahaya Putih
Ditunjukkan untuk meruntuhkan keangkuhan sihir istana Firaun (tercantum dalam surah Taha ayat 17-22).
2. Terpancarnya 12 Mata Air
Saat kaumnya kehausan di padang gersang, beliau memukulkan tongkatnya ke batu cadas hingga memancar dua belas mata air (tercantum dalam surah Al-Baqarah ayat 60).
3. Membelah Laut Merah
Ketika terdesak di tepi laut oleh kejaran bala tentara Firaun, Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS memukul laut dengan tongkatnya hingga air laut terbelah menjadi dinding raksasa laksana gunung yang menjulang (tercantum dalam surah Asy-Syu'ara' 61-67).(Net/Hen)