Investasi Batam Tembus capai Rp59,73 Triliun, Arus Pelabuhan Menguat

Selasa, 03 November 2026 - 12:59:10 WIB

Aktivitas investasi dan logistik di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan perkembangan positif memasuki akhir tahun 2026.

BATAM--(KIBLATRIAU.COM)--  Aktivitas investasi dan logistik di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan perkembangan positif memasuki akhir tahun 2026. Badan Pengusahaan (BP) Batam melaporkan realisasi investasi hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp59,73 triliun atau 85,33 persen dari target tahunan sebesar Rp70 triliun. Capaian tersebut disampaikan dalam rangkaian Anugerah Investasi 2026 yang berlangsung pada akhir Oktober. Perkembangan ini memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat kegiatan industri dan perdagangan di kawasan barat Indonesia.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Provinsi Kepulauan Riau pada Triwulan II 2026 tumbuh 6,99 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Namun, secara kuartalan ekonomi Kepri mengalami kontraksi sebesar 2,46 persen dibandingkan Triwulan I 2026. 
Sementara itu, ekonomi Batam pada periode yang sama tumbuh 7,28 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi provinsi maupun nasional yang masing-masing sebesar 6,99 persen dan 5,29 persen.


Pertumbuhan ekonomi Kepri ditopang oleh industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, dan peningkatan investasi. BPS mencatat Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau komponen investasi pada Triwulan II 2026 tumbuh 24,08 persen, dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 10,2 poin persentase. Industri pengolahan juga memberikan andil pertumbuhan sebesar 2,55 poin persentase, dengan aktivitas industri yang banyak terkonsentrasi di Batam, Bintan, dan Karimun.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen pada keputusan 21 Oktober 2026 untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.


Penguatan aktivitas ekonomi Batam juga terlihat dari kinerja pelabuhan sepanjang Januari–September 2026. BP Batam mencatat bongkar muat general cargo mencapai 9.518.956 ton atau meningkat 11 persen secara tahunan, sedangkan arus peti kemas mencapai 627.493 TEUs atau tumbuh 8 persen. Mobilitas penumpang laut domestik dan internasional tercatat sebanyak 7.506.730 orang, meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, tekanan harga masih perlu diperhatikan karena inflasi tahunan Oktober 2026 tercatat 3,61 persen di Batam, 3,67 persen di Tanjungpinang, dan 2,37 persen di Karimun.


Memasuki akhir tahun, tantangan ekonomi Kepri bukan hanya menjaga pertumbuhan investasi, tetapi juga memastikan kegiatan usaha mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Tingkat Pengangguran Terbuka Kepri yang tercatat sebesar 6,45 persen pada Mei 2026 menjadi salah satu indikator yang perlu terus dicermati, meskipun angka tersebut bukan gambaran kondisi terkini November. Pemerintah daerah dan BP Batam perlu memastikan realisasi proyek investasi berjalan sesuai rencana, memperkuat keterlibatan tenaga kerja lokal, serta menjaga kelancaran distribusi barang dan stabilitas harga kebutuhan pokok. Perkembangan pertumbuhan ekonomi Triwulan III, yang belum tersedia dalam rilis resmi Kepri saat berita ini disusun, akan menjadi salah satu indikator penting untuk menilai keberlanjutan momentum ekonomi daerah. (Edwin)