Walikota Pekanbaru Targetkan Zero Balap Liar

Rabu, 04 November 2026 - 09:21:15 WIB

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Dengan meningkatnya kualitas infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru turut menghadirkan tantangan baru dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Salah satunya adalah maraknya aksi balap liar yang  dinilai berpotensi membahayakan pengendara maupun masyarakat di sekitar jalan raya.Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho SE MM menegaskan bahwa Pemerintah Kota berkomitmen menekan aksi balap liar melalui langkah penertiban bersama jajaran  Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Polresta Pekanbaru. 

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan jalan yang semakin baik dapat dimanfaatkan masyarakat secara aman.''Karena jalanan di sini sekarang sudah semakin mulus, ada tantangan baru yang  muncul yaitu maraknya aksi balap liar. Kami bersama jajaran Dirlantas dan Polresta Pekanbaru berkomitmen untuk segera melakukan langkah-langkah penertiban yang tegas," terang Agung Nugroho di  Hotel Premiere Pekanbaru, Selasa (3/11/2026).

Dijelaskan Agung, kondisi jalan yang semakin mulus seharusnya diikuti dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berkendara. Infrastruktur yang baik bukan untuk dimanfaatkan melakukan aksi kebut-kebutan, melainkan mendukung mobilitas  masyarakat secara tertib, aman, dan nyaman.Ia menegaskan, penanganan balap liar tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Pemerintah Kota Pekanbaru ingin memastikan aktivitas yang mengganggu ketertiban dan mengancam keselamatan pengguna jalan  tersebut dapat dihentikan melalui koordinasi lintas instansi."Kami berjanji, Insya Allah Kota Pekanbaru akan segera zero dari aksi balap liar,'' sebut Agung.Sementara itu, komitmen penertiban tersebut juga sejalan dengan perhatian Ikatan Motor Indonesia  (IMI) terhadap keselamatan berkendara.

Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto, menerangkan keselamatan merupakan salah satu program utama organisasi yang harus diwujudkan melalui kesadaran setiap individu pengguna kendaraan.''Berbicara mengenai keselamatan, hal tersebut sudah masuk  di dalam program utama Ikatan Motor Indonesia (IMI). Keselamatan berkendara itu dimulai dari diri kita sendiri,'' urai Moreno.

Diungkapkan, keselamatan di jalan raya bukan hanya menjadi kepentingan pengendara kendaraan. Setiap orang yang menggunakan fasilitas jalan, termasuk pejalan kaki dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalan, memiliki hak yang sama untuk  mendapatkan perlindungan.''Jadi, apabila kita berkendara dengan selamat, Insya Allah para pejalan kaki hingga warung-warung di pinggir jalan akan mempunyai hak yang sama atas keselamatan di jalan. Insya Allah kita semua selamat sampai tujuan,"  ungkapnya.

Moreno menilai, budaya tertib berlalu lintas harus dibangun melalui kedisiplinan dan tanggung jawab bersama. Pengendara perlu memahami bahwa setiap tindakan di jalan raya memiliki konsekuensi terhadap keselamatan diri sendiri maupun  orang lain.Ia juga memberikan penilaian positif terhadap perilaku masyarakat Pekanbaru dalam berlalu lintas. Meski demikian, menurutnya, pengawasan tetap perlu diperhatikan, terutama pada malam hari ketika potensi aksi kebut-kebutan perlu diantisipasi."Yang jelas, saya yakin masyarakat di Pekanbaru sangat tertib dalam berlalu lintas. Mungkin hanya perlu dimonitor pada malam hari agar tidak ada yang kebut-kebutan,'' pungkas Moreno. ***