Bantuan Dikirim Lewat Udara

Lima Desa Masih Terisolir Akibat Longsor

Ilustrasi gempa Mamuju

SULBAR--(KIBLATRIAU.COM)-- Selain gempa, bencana longsor mengakibatkan sedikitnya lima desa di Sulawesi Barat terisolir. Timbunan tanah dan batu telah memutus akses jalan menuju desa-desa itu. Bantuan logistik terpaksa dikirim melalui jalur udara. Lima desa yang terisolir itu berada di Kecamatan Ulumanda, Majene yang sampai saat ini terisolir adalah Desa Kabiraan, Desa Tandealo, Desa Panggalo, Desa Popenga dan Desa Ulumanda. Tak ada kendaraan yang bisa melintas dan
hanya bisa diakses pejalan kaki.

Ketua Satgas Bencana Sulbar, Brigjen TNI Firman Dahlan menjelaskan bantuan makanan disuplai dengan menggunakan pesawat helikopter ke lokasi yang ditentukan  dan dijemput oleh warga dengan berjalan kaki.''Akses jalan masih dikerjakan, tetapi belum bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Untuk saat ini bantuan dikirim lewat helikopter, dan lainnya dijemput warga dengan berjalan kaki,'' jelasnya.

Di tempat terpisah, Sekcam Ulumanda, Ahmad Fachri mengaku, bahwa bantuan ke lima desa yang masih terisolir itu harus dipikul oleh warga.''Iya, boleh dikata masih terisolir karena belum tembus kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Jika ada warga sangat membutuhkan bantuan terpaksa harus menjemputnya dengan berjalan kaki,'' ujar Ahmad.

Ahmad juga mengatakan, saat ini jumlah warga yang mengungsi ada ribuan orang di lima desa tersebut. Titik longsor terparah ada di dua titik tepatnya di jalur Desa Tandiallo. Jalur ini kata dia, jalur utama jika ingin menuju ke lima desa yang terisolir. Saat ini, lanjut dia, warga yang terdampak gempa dan longsor sudah mulai sakit-sakitan seperti demam dan batuk. ''Sebagian warga kalau butuh bantuan harus datang sendiri yang datang menjemputnya dan mereka pulang berjalan kaki ke gunung. Ini mereka lakukan karena kondisi jalan belum tembus roda dua dan empat,'' tuturnya. (Net/Hen)
 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar