Harimau Muncul 200 Meter dari Permukiman, Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada
Harimaubterpantau berada ratusan meter dari permukiman warga di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.
PELALAWAN--(KIBLATRIAU.COM)-- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA Riau) bergerak cepat menggiring induk dan anak harimau kembali ke dalam kawasan hutan setelah terpantau berada ratusan meter dari permukiman warga di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.
Langkah mitigasi tersebut dilakukan menyusul beredarnya video viral di media sosial yang merekam penampakan satwa liar diduga anak Harimau Sumatera pada Senin (19/1/2026).
“Menyikapi kemunculan tersebut, kami langsung menurunkan tim ke lokasi untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus perlindungan satwa dilindungi,” terang Kepala BBKSDA Riau, Supartono,kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa hasil identifikasi di lapangan menunjukkan kemunculan harimau berada di perbatasan kawasan hutan yang merupakan bagian dari kantong habitat pergerakan alami satwa tersebut.
Hasil pengamatan tim mitigasi di lokasi lokasi kemunculan disebut cukup dekat dengan pemukiman warga, sekitar 200 hingga 300 meter.
“Hasil mitigasi sementara, tim menemukan indikasi keberadaan lebih dari satu individu harimau. Satwa tersebut diduga merupakan satu kelompok keluarga yang terdiri dari satu induk dan anaknya berusia sekitar 4 hingga 5 bulan,” jelas Supartono.
Artinya, lanjut Supartono, pada usia tersebut, anak harimau masih sangat bergantung pada induknya dan berada dalam masa transisi penyapihan.
Karena itu, jelas Supartono, fokus utama penanganan adalah menggiring kawanan harimau agar menjauh dari area permukiman dan kembali masuk ke kawasan hutan yang lebih aman.
“Saat ini, tim gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, pihak Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) terdekat, serta masyarakat setempat terus melakukan pemantauan intensif,” ujarnya.
Selain upaya teknis di lapangan, BBKSDA Riau juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak merekam maupun menyebarluaskan video penampakan harimau guna mencegah kepanikan dan penyebaran informasi yang tidak akurat.
Di lokasi tim juga mengimbau warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat fajar dan menjelang malam, serta menjaga ternak agar tidak dilepas di area terbuka.
Ia menegaskan, seluruh upaya penanganan dilakukan dengan mengedepankan prinsip keselamatan manusia dan perlindungan Harimau Sumatera sebagai satwa dilindungi. Tim akan tetap berada di lokasi hingga situasi dinyatakan kondusif dan pergerakan satwa benar-benar menjauh dari zona aktivitas warga.
“Jika warga menemukan tanda-tanda keberadaan harimau, segera laporkan kepada tim BBKSDA Riau dan tetap tenang,” tutur Supartono.***

Tulis Komentar