Dahsyatnya Pahala Puasa Syawal selama 6 Hari bagi Muslim
Ilustrasi berpuasa
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Puasa Syawal jadi amalan sunnah yang dikerjakan setelah hari raya Idul Fitri. Waktu pelaksanaannya bisa dimulai sejak 2 Syawal hingga akhir Syawal. Muslim bisa melakukannya selama enam hari pada tanggal berapa saja selama itu masih dalam rentang bulan Syawal.Dilansir dari buku Puasa Bukan Hanya saat Ramadhan karya Ahmad Sarwat, mazhab Syafi'iyyah, Malikiyah dan Hanabilah berpendapat puasa Syawal sunnah hukumnya. Cara melakukannya sama seperti puasa pada umumnya.Banyak keistimewaan yang bisa diraih muslim jika mengamalkan puasa ini. Lantas, seperti apa pahala yang dijanjikan bagi muslim yang berpuasa 6 hari pada bulan Syawal?
Menurut buku Buka Puasa Bersama Rasulullah SAW oleh Muhammad Ridho al-Thurisinai, puasa Syawal diibaratkan sebagai sholat sunnah rawatib yang mengiringi sholat wajib lima waktu. Puasa ini dianggap sebagai penyempurna Ramadan.Ketika kiamat kelak, amalan-amalan wajib akan dilengkapi dengan perbuatan sunnah yang dikerjakan, salah satunya puasa Syawal. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya terkait ganjaran pahala puasa Syawal,"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim)
Sayyid Sabiq dalam kitabnya Fiqh As Sunnah menuturkan para ulama menyebut puasa Ramadan sama dengan berpuasa selama sepuluh bulan, karena setiap amal kebaikan yang dilakukan seseorang yang berpuasa di bulan itu pahalanya dilipatgandakan menjadi sepuluh. Kemudian, puasa enam hari di bulan Syawal setara dengan puasa dua bulan, jadi jika ditotal maka menjadi 12 bulan yang artinya sama dengan setahun.
Melalui hadits lainnya, Ibnu Majah berkata:
"Seperti diceritakan Muhammad bin Ibrahim, Usamah bin Zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah SAW kemudian berkata, 'Puasalah di bulan Syawal,' Lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat." (HR Sunan Ibnu Majah)
Niat Puasa Syawal: Arab, Latin dan Arti
Berikut niat puasa Syawal yang dikutip dari buku Kedahsyatan Puasa tulisan M Syukron Maksum.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ.Artinya: "Aku niat puasa besok pagi pada bulan Syawal, sunnah karena Allah Ta'ala."(Net/Hen)

Tulis Komentar