Keutamaan Sholat Dhuha, Lengkap Waktu dan Inilah Tata Caranya
Ilustrasi sholat Dhuha
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Sholat dhuha menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat Islam. Sholat dhuha dilaksanakan pada waktu pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur, dan dikenal sebagai salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan.Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. bahwa Rasulullah SAW memberikan tiga pesan penting yang tidak pernah beliau tinggalkan hingga wafat, salah satunya adalah sholat dhuha. Dalam hadits tersebut disebutkan:
أوصاني خليلي صلى الله عليه وسلم بثلاث بصيام ثلاثة أيام من كل شهر وركعتي الصحى وأن أوتر قبل أن أرقد (رواه البخاري ومسلم)
Artinya: "Aku telah diberi tiga pesan oleh kekasihku -Rasulullah. Aku tidak pernah meninggalkan tiga hal itu sampai aku dipanggil oleh Yang Mahakuasa: (1) puasa tiga hari pada setiap bulan; (2) sholat dhuha; (3) sholat witir." (HR Bukhari dan Muslim)
Keutamaan Sholat Dhuha
Mengacu pada buku Berkah Shalat Dhuha karya M. Khalilurrahman Al-Mahfan dan Sholat Dhuha Dulu, Yuk karya Imron Mustofa, sholat dhuha memiliki berbagai keutamaan bagi umat Islam. Berikut penjelasannya yang telah disusun ulang agar lebih ringkas dan jelas.
1. Pahala Sedekah untuk Seluruh Persendian Tubuh
Sholat dhuha memiliki nilai pahala yang setara dengan sedekah untuk seluruh persendian dalam tubuh manusia. Setiap pagi, manusia dianjurkan untuk bersedekah, baik melalui ucapan dzikir maupun perbuatan baik. Kewajiban tersebut dapat tergantikan dengan melaksanakan sholat dhuha dua rakaat.
Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda:
يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى
Artinya: "Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat dhuha dua rakaat." (HR Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa dua rakaat sholat dhuha memiliki nilai yang sangat besar, karena dapat menggantikan sedekah untuk seluruh persendian tubuh.
2. Dicukupi Kebutuhan dan Dimudahkan Rezeki
Sholat dhuha juga dikenal sebagai amalan yang dapat mendatangkan kemudahan rezeki. Allah SWT menjanjikan kecukupan bagi hamba-Nya yang melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan konsistensi.
Dari Abu Darda RA, Rasulullah SAW bersabda dalam hadits qudsi:
يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه
Artinya: "Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang empat rakaat, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu hingga sore hari." (HR Tirmidzi)
Hadits ini menegaskan bahwa sholat dhuha menjadi salah satu sebab datangnya kecukupan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
3. Termasuk Golongan Awwabin
Orang yang rutin melaksanakan sholat dhuha akan digolongkan sebagai hamba yang taat dan termasuk dalam kelompok awwabin, yaitu mereka yang senantiasa kembali kepada Allah SWT.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada yang menjaga sholat dhuha kecuali orang-orang yang kembali kepada Allah (awwabin), dan itu adalah sholatnya orang-orang yang awwabin." (HR Ibnu Khuzaimah dan Hakim)
Keutamaan ini menunjukkan bahwa sholat dhuha menjadi tanda kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.
4. Menghapus Dosa
Sholat dhuha juga memiliki keutamaan sebagai sarana pengampunan dosa. Seseorang yang menjaga ibadah ini dengan istiqamah akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT, meskipun dosa yang dimiliki sangat banyak.
مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ
Artinya: "Barang siapa yang menjaga sholat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Hal ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah bagi hamba yang istiqamah dalam menjalankan sholat dhuha.
5. Menyempurnakan Sholat Wajib di Hari Hisab
Sholat dhuha termasuk amalan sunnah yang berfungsi melengkapi kekurangan dalam sholat wajib ketika dihisab kelak. Jika terdapat kekurangan dalam sholat wajib, maka akan disempurnakan dengan amalan sunnah.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
إنَّ أوَّلَ ما يُحاسَبُ به العَبْدُ يَوْمَ القِيامةِ مِن عَمَلِه صَلاتُه، فإن صلَحَتْ فقدْ أَفلَحَ وأَنجَحَ، وإن فَسَدَتْ فقدْ خابَ وخَسِرَ، فإن انْتَقَصَ مِن فَريضتِه شيءٌ قالَ الرَّبُّ تَعالى: انْظُروا هلْ لعَبْدي مِن تَطَوُّعٍ، فُيُكَمَّلُ بها ما انْتَقَصَ مِن الفَريضةِ، ثُمَّ يكونُ سائِرُ عَمَلِه على ذلك
Artinya: "Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka Allah berfirman, 'Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku mempunyai sholat sunnah maka sempurnakanlah dengan sholat sunnahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya." (HR An-Nasa'i, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Dengan demikian, sholat dhuha berperan penting sebagai pelengkap ibadah wajib.
6. Dibangunkan Istana di Surga
Salah satu keutamaan besar lainnya adalah janji berupa istana di surga bagi orang yang mengerjakan sholat dhuha dengan jumlah rakaat tertentu.
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:
مَن صلَّى الضّحى ثِنْتَيْ عشرة ركعة بَنى الله له قَصرا من ذَهب في الجنَّة
Artinya: "Barang siapa sholat dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah istana dari emas di surga." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan sunnah, khususnya sholat dhuha.
Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha
Berdasarkan buku Fikih 4 karya Siti Khomisil Fatatil Aqillah dan Kiki Rejeki, sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan ketika matahari mulai naik hingga sebelum masuk waktu dzuhur. Penentuan waktu ini penting agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat.
Secara umum, waktu dhuha terbagi menjadi awal dan akhir. Awal waktu dimulai ketika matahari telah terbit dan naik setinggi tombak, yang diperkirakan sekitar pukul 07.00 pagi. Hal ini merujuk pada hadis riwayat Muslim dari Amr bin Abasah, di mana Rasulullah SAW menganjurkan untuk tidak melaksanakan sholat saat matahari baru terbit hingga posisinya naik.
Sementara itu, batas akhir sholat dhuha adalah sebelum masuk waktu dzuhur, yaitu sekitar 10 hingga 15 menit sebelumnya. Jika waktu dzuhur dimulai pukul 12.00, maka waktu dhuha berakhir sekitar pukul 11.45.
Tata Cara Sholat Dhuha
Pelaksanaan sholat dhuha pada dasarnya sama seperti sholat sunnah lainnya, terdiri dari dua rakaat atau lebih dengan salam setiap dua rakaat. Adapun urutannya sebagai berikut:
Niat di dalam hati
Takbiratul ihram, dianjurkan membaca doa iftitah
Membaca surat Al-Fatihah
Membaca ayat atau surat Al-Qur'an, seperti Asy-Syams atau lainnya
Ruku' dengan tuma'ninah
I'tidal dengan tuma'ninah
Sujud dengan tuma'ninah
Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah
Sujud kedua dengan tuma'ninah
Berdiri untuk rakaat kedua
Membaca Al-Fatihah
Membaca surat Al-Qur'an, misalnya Adh-Dhuha atau lainnya
Ruku', i'tidal, sujud, dan duduk seperti rakaat pertama
Tahiyat akhir dengan tuma'ninah
Salam
Niat Sholat Dhuha
Niat sholat dhuha dua rakaat dapat dibaca sebagai berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Aku niat melaksanakan sholat sunnah dhuha dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
Doa Setelah Sholat Dhuha
Mengacu pada buku Menggapai Surga dengan Doa karya Achmad Munib, terdapat doa yang dianjurkan dibaca setelah sholat dhuha, yaitu:
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْكَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah milik-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu. Jika rezekiku berada di langit, turunkanlah. Jika berada di bumi, keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Dengan hak waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku sebagaimana Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.(Net/Hen)

Tulis Komentar