Ilmuwan Jepang Ungkap Prediksi Tahun Terjadi Kiamat
Ilustrasi kiamat
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Sekelompok ilmuwan mengungkap prediksi tahun kiamat atau kehancuran seluruh kehidupan di bumi. Menurut hitungan menggunakan superkomputer, kiamat akan terjadi paling lambat tahun 1.000.002.021.Matahari akan memasuki fase raksasa merah, mengembang dan menelan Merkurius, Venus serta Bumi. Walau demikian, bumi diperkirakan sudah kehilangan kehidupan jauh sebelum peristiwa tersebut.Studi kolaboratif yang dilakukan oleh NASA dan Universitas Toho Jepang itu memprediksi atmosfer bumi yang kaya akan oksigen hanya diperkirakan bertahan sekitar satu miliar tahun lagi sebelum kiamat berlangsung.
Menurut penelitian The Future Lifespan of Earth's Oxygenated Atmosphere yang diterbitkan di Nature Geoscience pada 2021 oleh Kazumi Ozaki dan Christopher T Reinhard, deoksigenasi di masa depan merupakan konsekuensi yang tak terhindarkan dari peningkatan fluks matahari.Para peneliti mempercayai tidak ada seorang pun yang bisa menyaksikan peristiwa dahsyat pada tahun satu miliar. Dari segi keilmuan, mereka berpandangan kondisi bumi pada tahun tersebut dianggap tidak mendukung kehidupan.Mereka menilai energi termal dari matahari akan membawa kehancuran bagi organisme di bumi dengan panas yang mematikan serta pelepasan massa korona dan pancaran sinar gamma yang sangat radioaktif.
Kemudian, dua yang terakhir sudah terjadi melalui suar matahari yang jika menghantam bumi bisa mengganggu komunikasi radio, operasi satelit serta sistem GPS. Secara tidak langsung, manusia dirugikan oleh atmosfer planet meski hal ini bisa berubah dalam jutaan tahun mendatang tergantung pada tingkat aktivitas matahari dan perubahan iklim.Pada momen tersebut, manusia mungkin tidak serta merta punah melainkan mencari planet lain di Galaksi Bima Sakti untuk dihuni.
Meski begitu, ancaman yang lebih mendesak bukanlah karena matahari melainkan perubahan iklim.Peningkatan suhu global memiliki potensi mengakhiri periode Holosen dan menyebabkan gangguan besar pada pola cuaca di seluruh planet. Hal ini menyebabkan banyak bencana alam, kerusakan tanaman dan panen.Organisasi Kesehatan Dunia juga memprediksi dampak buruk pada kehidupan manusia dimulai paling cepat pada 2030. Diperkirakan akan ada 250.000 lebih banyak kematian daripada biasanya karena penyakit.
Kapan Kiamat Terjadi dalam Pandangan Islam?
Dalam pandangan Islam, tidak ada yang tahu secara pasti kapan kiamat akan datang. Waktu terjadinya kiamat adalah rahasia Allah SWT.
Meski begitu, dalam sejumlah dalil Al-Qur'an dan hadits disebutkan terkait peringatan sekaligus tanda datangnya kiamat. Salah satu dalil Al-Qur'an disebutkan dalam surah Al Ahzab ayat 63.
يَسْـَٔلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُوْنُ قَرِيْبًا ٦٣
Artinya: "Orang-orang bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah bahwa pengetahuan tentang hal itu hanya ada di sisi Allah." Tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat."elain itu, ada juga hadits tanda kiamat yang diriwayatkan Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:"Hari kiamat tidak akan terjadi, hingga dua kelompok berperang. Pembunuhan besar-besaran akan berlangsung dan mereka berperang dengan tuntutan yang sama." (HR Bukhari dan Muslim)
Kemudian terdapat pula hadits yang menyebut 10 tanda kiamat. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Syuraihah Hudzaifah bin Usaid yang mengatakan Nabi Muhammad SAW berkata:"Kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya: (1) terbitnya matahari dari barat, (2) asap, (3) binatang melata, (4) munculnya Ya'juj dan Ma'juj, (5) keluarnya Dajjal, (6) munculnya Isa bin Maryam, (7) tiga gerhana; gerhana di barat (8) gerhana di timur, (9) gerhana di Jazirah Arab, (10) api yang keluar dari dasar Aden yang menggiring manusia atau mengumpulkan manusia dan bersama mereka di mana saja berada." (HR Muslim, Ahmad, dan lainnya. Ibnu Katsir mengatakan hadits ini shahih), (Net/Hen)

Tulis Komentar