Kerugian Puluhan Juta

Tim Gabungan TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ribuan Kosmetik ilegal asal Malaysia

Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan bersama Kantor Bea Cukai Kelas II Nunukan menggagalkan ribuan kosmetik ilegal dari Malaysia.

NUNUKAN--(KIBLATRIAU.COM)--  Tim gabungan TNI AL menggagalkan penyelundupan ribuan kosmetik ilegal asal Tawau, Malaysia di Nunukan, Kalimantan Utara. Potensi kerugian dari aktivitas ilegal tersebut mencapai puluhan juta rupiah.Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan, Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi, mengungkapkan bahwa ribuan kosmetik tanpa izin edar tersebut diselundupkan menggunakan speedboat dengan modus disembunyikan di bawah tumpukan sembako berupa beras dan minyak goreng."Upaya penyelundupan kosmetik ilegal asal Tawau, Malaysia, di wilayah Pulau Sebatik berhasil digagalkan. Jumlah keseluruhan kosmetik ilegal yang diamankan sebanyak 1.832 item," ujar Kolonel Slamet dalam konferensi pers di Mako Lanal Nunukan, Sabtu (25/4/2026).

Berdasarkan hasil koordinasi dan penghitungan dari Kantor Bea Cukai Kelas II Nunukan, nilai barang serta potensi kerugian negara dari sektor perpajakan impor terbilang cukup besar. Berikut rincian estimasi potensi kerugiannya:

Nilai Barang
Kosmetik merek Berlian (98 pcs): Rp 24.500.000
Kosmetik tanpa merek (144 kotak): Rp 28.800.000.
Sektor Perpajakan Impor
Bea Masuk: Rp 7.995.000
PPN Impor: Rp 6.742.450
PPh Impor: Rp 6.129.500.
"Total kerugian negara mencapai Rp 74.166.950 (Tujuh puluh empat juta seratus enam puluh enam ribu sembilan ratus lima puluh rupiah)," jelasnya.Adapun penyelundupan berhasil digagalkan berkat aksi cepat dari Tim Quick Response Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan bersama satuan tugas intelijen gabungan dari Satgas Intelstrat Asahan 26 BAIS TNI, Satgas Ops Intelijen Samurai-26.I Pusintelal, Satgas Intelmar 26, dan Satgas Opsintelsrat Citarum 26 Bais TNI.

Pengungkapan bermula dari informasi intelijen pada pukul 04.00 Wita. Personel gabungan kemudian melakukan penyekatan di perairan Sebatik. Sekitar pukul 19.30 Wita, petugas mencurigai sebuah speedboat yang masuk melalui alur Sungai Somel menuju pangkalan tradisional Lalosalok."Saat diperiksa, petugas menemukan empat kotak kardus besar yang dilakban cokelat terselip di bawah muatan beras. Setelah dibuka, kardus tersebut ternyata berisi produk kecantikan ilegal yang terdiri dari 392 item merek Berlian dan 1.440 item kosmetik tanpa merek," bebernya.

Selain menyita barang bukti, petugas juga mengamankan seorang motoris berinisial MR (27). Saat ini, seluruh barang bukti beserta pelaku telah diserahkan kepada pihak Bea Cukai Nunukan untuk proses hukum lebih lanjut."Hasil penindakan ini tidak lepas dari sinergitas yang baik antar stakeholder terkait dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan dari masuknya barang-barang ilegal," pungkas Kolonel Slamet.(Net/Hen)
 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar