Sapi Warga Petala Bumi jadi Pilihan Presiden Prabowo untuk Kurban, Beratnya Capai 1.013 Kg
Kepala Disbunnakkan Inhu, Endang Mulyawan didampingi Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir dan Franto Kukuh Sulahirio foto bersama usai cek kondisi Bule, Selasa (28/4/2026) sore
INHU--(KIBLATRIAU.COM)-- Sapi bule milik Franto Kukuh Sulahirio, warga Desa Petala Bumi, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia (RI) 2026.
Sapi raksasa yang diberi nama Bule itu berbobot mencapai 1.013 Kg.
Untuk memastikan kondisi kesehatan Bule, Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan (Disbunnakkan) Kabupaten Inhu, Endang Mulyawan SHut MSi bersama staf turun mendampingi Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau, Mimi Yuliani Nazir, Selasa (28/4/2016).
"Informasi yang kami terima, Bule milik Franto Kukuh Sulahirio di Desa Petala Bumi terberat se-Riau," terang Kepala Disbunnakkan Kabupaten Inhu, Endang Mulyawan SHut MSi.
Berdasarkan hasil tinjauan bersama Kepala DPKH Riau sebutnya, kriteria Bule untuk jadi hewan kurban sudah memenuhi syarat dan ketentuan. Sehingga dari hasil tinjauan lapangan itu, Bule layak jadi hewan kurban Presiden RI.
Memang sebutnya, untuk pakan hingga kandang peternakan sapi Sekawan Farm milik Franto Kukuh Sulahirio sudah memenuhi standar.
"Kondisi Bule tidak ada kendala, saat ini tinggal kesepakatan harga jual," papar Endang Mulyawan.
Sementara itu, pemilik sapi, Franto Kukuh Sulahirio ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, selain Bule juga ada enam ekor sapi pedaging lain serta lima ekor sapi jenis Bali.
"Bule ini jenis sapi Semental. Karena postur jangkung, makanya diberi nama Bule," ujar Franto Kukuh Sulahirio yang biasa disapa Rio.
Bule itu sebutnya, dipelihara sejak umur satu tahun yang berasal dari bibit lokal di daerahnya. Dimana, saat ini Bule sudah berusia empat tahun.
Selain makan rumput, Bule juga diberi makanan tambahan seperti ampas tahu, konsentrat, kalsium.
"Bule juga mandi dua kali sehari. Selain itu dua kali sepekan, berjemur di halaman sekitar kandang," paparnya.
Disampaikannya juga, tahun 2026 merupakan tahun kedua setelah 2023 lalu sapinya menjadi hewan kurban Presiden.
"Sapi pilihan Presiden tahun 2023 lalu hanya seberat 906 kg," jelas Rio yang mengaku sejak 2019 lalu mulai melakukan penggemuk sapi itu.( Uya)

Tulis Komentar