FPK Universitas Riau Bekali Mahasiswa Kelola Data Perikanan Berkelanjutan
Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Riau melalui Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) menggelar Workshop Teknik Akuisisi dan Pengelolaan Data Perikanan Berkelanjutan dengan Rapfish dan Analytical Hierarchy Process kemarin
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Riau melalui Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) menggelar Workshop Teknik Akuisisi dan Pengelolaan Data Perikanan Berkelanjutan dengan Rapfish dan Analytical Hierarchy Process (AHP) beberapa waktu lalu. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Teknologi Penangkapan Ikan (TPI) ini diikuti 30 mahasiswa dari berbagai angkatan sebagai upaya meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan data perikanan berkelanjutan.
Workshop dibuka oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Prof. Dr. Ir. Rifardi, M.Sc., serta dihadiri Ketua dan Sekretaris Jurusan PSP, kepala laboratorium, dan dosen di lingkungan Fakultas Perikanan dan Kelautan. Pelatihan menjadi bagian dari program penguatan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan berbasis laboratorium.
Dalam sambutannya, Prof. Rifardi menegaskan pentingnya penguasaan pengelolaan data bagi mahasiswa perikanan. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi bekal penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.
"Pelatihan ini sangat baik bagi mahasiswa dalam rangka mengembangkan kemampuan di bidang pengelolaan data perikanan. Oleh sebab itu, mari ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan penuh semangat agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam dunia akademik maupun ketika memasuki dunia kerja," kata Prof. Rifardi.
Ketua Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Polaris Nasution, S.T., M.T., mengatakan pelatihan berbasis laboratorium merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan teknis mahasiswa agar mampu menjawab kebutuhan sektor perikanan yang terus berkembang.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai metode Rapfish yang disampaikan oleh Dr. Ir. Arthur Brown, M.Si. Materi tersebut meliputi konsep pengelolaan perikanan berkelanjutan, dimensi keberlanjutan, penentuan atribut, teknik pemberian skor, hingga interpretasi indeks keberlanjutan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Selain itu, mahasiswa juga dibekali keterampilan melakukan akuisisi data perikanan melalui pengumpulan data primer dan sekunder, teknik wawancara, observasi lapangan, serta penyusunan kuesioner. Penguasaan metode tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Materi Analytical Hierarchy Process (AHP) disampaikan oleh Polaris Nasution, S.T., M.T. Metode ini diperkenalkan sebagai salah satu pendekatan ilmiah dalam menentukan skala prioritas sehingga dapat membantu proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.
Workshop juga menghadirkan Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, Muhammad Iqbal, S.Pi., M.Si., yang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan data perikanan di lapangan. Melalui kegiatan ini, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan teori dengan praktik, sekaligus menjadi sumber daya manusia yang kompeten dalam mendukung pengelolaan perikanan Indonesia secara berkelanjutan.***

Tulis Komentar