Jelang HUT Pelalawan ke-27, Jalan Pemda Tak Kunjung Rampung Ditimbun
Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp9,45 miliar tersebut hingga kini belum kunjung tuntas, khususnya pada pekerjaan penimbunan badan jalan.
PELALAWAN--(KIBLATRIAU.COM)--; Menjelang Hari Jadi Kabupaten Pelalawan ke-27, kondisi rehabilitasi Jalan Pemda di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan kembali menuai sorotan. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp9,45 miliar tersebut hingga kini belum kunjung tuntas, khususnya pada pekerjaan penimbunan badan jalan.
Pantauan di lapangan, kondisi jalan yang masih dalam proses pengerjaan membuat warga dan pengguna jalan harus berhadapan dengan debu, terutama saat kendaraan melintas. Kondisi ini disebut telah berlangsung lebih dari satu bulan, setelah awal bulan September 2026 mulai di kerjakan.
Debu yang beterbangan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, tetapi juga dirasakan warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi pekerjaan, terutama para pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Ironisnya, kondisi tersebut terjadi di tengah momentum menjelang Hari Jadi Kabupaten Pelalawan ke-27 yang jatuh pada 12 Oktober 2026. Ketika sejumlah kegiatan perayaan tengah berlangsung di wilayah Pangkalan Kerinci.
Warga berharap kontraktor dari PT Trifa Abadi maupun pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas PUPR, segera mengambil langkah untuk mempercepat pekerjaan serta mengurangi dampak debu yang ditimbulkan selama proses rehabilitasi berlangsung.
“Sudah lebih sebulan kami menghadapi debu. Kalau kendaraan lewat, debunya beterbangan. Kami berharap segera ditimbun dan diselesaikan segera pengaspalan nya,” keluh salah seorang warga sekitar.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi jalan yang belum selesai juga dinilai perlu mendapat perhatian serius, karena Jalan Pemda merupakan salah satu akses penting masyarakat di kawasan kota Pangkalan Kerinci.
"Padahal jalan yang di timbun sudah aspal dan keras. Kenapa lama betul penimbunanya. Membuat kami yang jualan sudah lebih sebulan terpapar debu. Ditambah lagi kondisi sekarang kabut asap tebal melanda," ucap Is dengan nada kesal
Sebelumnya, proyek rehabilitasi Jalan Pemda dengan nilai anggaran Rp9,45 miliar juga mendapat sorotan terkait kondisi drainase. Persoalan genangan dan aliran air menjadi perhatian agar perbaikan jalan tidak hanya berorientasi pada permukaan jalan, tetapi juga didukung sistem drainase yang memadai.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melakukan pengawasan lebih ketat terhadap progres pekerjaan, sehingga anggaran yang cukup besar tersebut benar-benar memberikan manfaat dan kualitas infrastruktur yang layak bagi masyarakat Pelalawan.
Menjelang usia Pelalawan yang ke-27, warga tentu berharap bukan hanya perayaan yang meriah, tetapi juga pembangunan infrastruktur yang nyata, cepat selesai dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan Irham Nisbar, ST, MT, ketika dikonfirmasi kapan rampung penimbunan jalan Pemda, engan memberikan penjelasan.
Walau telah dihubungi via ponsel dan dikirim pesan lewat washaap hanya mengirim stiker salam, dan mengirim jawaban singkat," jumpai kabid bm," tulisnya.
Sementara plang proyek kegiatan rehabilitasi jalan dengan tertulis nomor kontrak:620/D.PUPR/BM-KTR/2026/33, tertanggal 6 Agustus 2026, nilai sebesar Rp. 9.456.530.789,00 yang bersumber dari APBD Pelalawan tahun anggaran 2026.
Dengan masa pelaksanaan 135 hari kalender yang dikerjakan oleh PT Trifa Abadi dan Konsultan pengawas dari PT Sandi Arifa Cunsultant yang belum dapat dikonfirmasi. (Sa)

Tulis Komentar