Askot PSSI Pekanbaru Gelar Serasehan, Fokus Bangun Ekosistem Sepak Bola yang Netral dan Berkelanjutan
Asosiasi Kota (Askot) PSSI Pekanbaru menggelar sarasehan bersama jajaran pengurus dan klub anggota untuk memperkuat komunikasi, menyatukan pandangan, serta merumuskan langkah pembinaan sepak bola di Kota Pekanbaru, Selasa (13/10/2026)
Laporan: Rama
Pekanbaru
BERTEMPAT di salah satu cafe, Asosiasi Kota (Askot) PSSI Pekanbaru menggelar sarasehan bersama jajaran pengurus dan klub anggota untuk memperkuat komunikasi, menyatukan pandangan, serta merumuskan langkah pembinaan sepak bola di Kota Pekanbaru, Selasa (13/10/2026) malam.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan santai, diselingi canda tawa dari para peserta. Sejumlah pelatih turut hadir dalam diskusi yang mengangkat tema “Membangun Ekosistem Sepak Bola Kota Pekanbaru”.
Ketua Askot PSSI Pekanbaru, Roni Saputra, SH., MH. menekankan pentingnya menjaga organisasi agar tetap netral dan tidak membawa kepentingan politik praktis. Menurutnya, perbedaan latar belakang pengurus maupun anggota tidak boleh menghambat tujuan bersama untuk memajukan sepak bola di Kota Pekanbaru.
Prinsip tersebut, kata Roni perlu dijaga oleh kepengurusan selanjutnya agar arah organisasi tetap berfokus pada pembinaan dan pengembangan sepak bola.
Serasehan ini menjadi ruang bagi klub anggota untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta berbagai persoalan yang selama ini dihadapi. Melalui komunikasi dua arah, pengurus berharap persoalan di tingkat klub dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi.

Pembahasan juga mencakup standarisasi perangkat pertandingan, termasuk wasit dan pelatih. Aspek tersebut dinilai penting untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi yang lebih tertib sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan pemain.
Askot PSSI Pekanbaru turut membahas penyusunan regulasi organisasi, termasuk draf kode disiplin, AD/ART, dan peraturan organisasi yang diselaraskan dengan ketentuan PSSI di tingkat provinsi maupun nasional.
Di bidang kompetisi, pengurus mewacanakan penataan kalender pertandingan Sekolah Sepak Bola (SSB) pada 2027. Langkah ini diharapkan dapat membuat jadwal kegiatan lebih teratur sehingga pelaksanaan kompetisi antarklub tidak saling berbenturan.
Askot PSSI Pekanbaru juga menyatakan kesiapannya membantu SSB dalam penyelenggaraan kegiatan sepak bola. Dukungan tersebut diarahkan untuk kepentingan pembinaan dan pengembangan pemain, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Selain kompetisi, pembinaan pemain usia muda menjadi perhatian. Penataan kelompok usia, mulai U-13, U-15, U-17 hingga U-20, masuk dalam agenda pengembangan agar pemain memiliki kesempatan berkompetisi secara berkelanjutan.
Melalui serasehan tersebut, Askot PSSI Pekanbaru berupaya membangun hubungan yang lebih terbuka dengan klub anggota. Komunikasi, netralitas organisasi, peningkatan kualitas perangkat pertandingan, serta penataan kompetisi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola Pekanbaru yang lebih terarah.

Tulis Komentar