Jadikan Hari Sumpah Pemuda Energi Hidup di Tengah Masyarakat
Muhammad Rizky Apryansyah
Oleh: Muhammad Rizky Apryansyah
Ketua Ranting GP Ansor Kelurahan Sei Lekop
PERINGATAN Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada 28 Oktober 2026 ini membawa kita pada sebuah permenungan yang mendalam. Hampir satu abad lalu, para pemuda dari Sabang sampai Merauke menanggalkan ego primordial demi satu kesepakatan agung: Indonesia. Hari ini, tantangan zaman memang telah berubah bentuk, tetapi esensi dari sumpah tersebut tetap sama, yakni keberlangsungan dan arah masa depan bangsa ini berada penuh di pundak generasi mudanya.
Bagi kami di jajaran Pimpinan Ranting GP Ansor Kelurahan Sei Lekop, Sumpah Pemuda di era modern bukan lagi tentang mengayunkan bambu runcing, melainkan tentang bagaimana pemuda mampu mengambil kendali di tengah era disrupsi teknologi dan perubahan sosial yang bergerak begitu cepat.
Kelurahan Sei Lekop sebagai bagian dari wilayah yang dinamis di Kota Batam menyimpan potensi luar biasa sekaligus tantangan kultural yang kompleks. Arus urbanisasi, perkembangan teknologi digital yang masif, serta tantangan ekonomi menuntut pemuda untuk tidak berpangku tangan. Jika pemuda hari ini hanya menjadi konsumen pasif teknologi, kita akan terlindas oleh zaman. Oleh karena itu, GP Ansor Sei Lekop memandang bahwa semangat Sumpah Pemuda 2026 harus diterjemahkan ke dalam langkah-langkah strategis yang nyata di tengah masyarakat.
Langkah tersebut dimulai dari adaptasi digital yang mencerahkan, di mana pemuda wajib menjadi pelopor literasi digital dengan mengisi ruang-ruang siber melalui narasi positif, edukasi, serta penangkalan terhadap hoaks dan ujaran kebencian yang mengancam kerukunan. Selain itu, semangat "Satu Bangsa" diwujudkan melalui penguatan kemandirian ekonomi lokal, mendorong pemuda Sei Lekop agar melek kewirausahaan dan mampu membuka peluang kerja bagi sesama. Tak kalah penting, sebagai bagian dari Islam moderat yang merangkul semua, pemuda harus terus menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial, merawat kerukunan antarumat beragama, dan menghidupkan kembali tradisi gotong royong di akar rumput.
Sumpah Pemuda bukanlah peninggalan sejarah yang kaku atau sekadar seremoni tahunan, melainkan energi hidup yang harus terus direvitalisasi. Keterlibatan aktif pemuda di tingkat kelurahan dan kecamatan adalah fondasi utama bagi ketahanan nasional bangsa ini. Mari kita jadikan peringatan 28 Oktober 2026 sebagai momentum kebangkitan bersama. Dari Sei Lekop untuk Batam, dari Batam untuk Indonesia. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Teruslah bergerak, berkarya, dan menjaga integritas bangsa.***

Tulis Komentar