Sampaikan Ceramah Agama di Masjid Nurul Muhsinin

Sifat-sifat Para Nabi dan Rasul yang Perlu Ditauladani, Inilah Penjelasan Lengkap Ustadz H Ibnu Al Hafiz Lc MA

Ustadz H Ibnu Al Hafiz Lc MA saat menyampaikan ceramah agama usai sholat subuh berjamaah, Ahad (30/11/2025)

PEKANBARU --(KIBLATRIAU.COM)-- Pengurus Masjid Nurul Muhsinin yang berada di Jalan Ikan Mas, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai rutin melakukan kajian usai sholat subuh berjamah, Ahad (30/11/2025). Kali ini, ustadz  yang   menyampaikan ceramah yaitu ustadz H Ibnu Al Hafiz Lc MA. Sebelum menyampaikan ceramah agama, ustadz Ibnu Alhafiz pertama-tama mengucapkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, keselamatan serta kenikmatan  imam dan Islam. Selain itu, ustadz Ibnu  tak lupa juga berkirim salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Karena, dengan banyak mengucapkan salawat,maka nanti akan diberikan safaat atau pertolongan di yaumil akhir kelak dan diakui sebagai umatnya.  

Ustadz H Ibnu Al Hafiz Lc MA juga ikut menyamapaikan duka atas musibah bencana alam yang saat ini sedang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. ''Semoga saudara kita yang mengalami korban bencana alam diberikan kemulian dan diampuni dsoanya. Selain itu, kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,'' ujar ustadz H Ibnu Al Hafiz Lc MA.

Pada kesempatan ini, ustadz H Ibnu Al Hafiz Lc MA menyampaikan ceramah agama membahas tentang sifat para nabi dan rasul yang diutus oleh Allah SWT di muka bumi. Sifat-sifat para nabi yang wajib dan penting untuk diteladani di muka bumi adalah  sifat-sifat mulia yang dikenal dengan istilah sifat wajib bagi nabi dan rasul. Ada sebanyak 25 para nabi yang di dalam alquran. Dimana, sifat-sifat ini merupakan landasan perilaku dan akhlak yang harus dimiliki oleh setiap nabi dan rasul sebagai utusan Allah SWT. Dijelaskan ustadz H Ibnu Al Hafiz Lc MA ada empat sifat yang wajib  diketahui. setiap manusia.

'' Sifat wajib yang terdapat pada Rasul setidaknya ada empat. Sifat-sifat tersebut membuat para Rasul terhindar dari perbuatan dosa dan menjadikan mereka selalu bertakwa. Sifat wajib yang dimiliki Rasul di antaranya, shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Nabi dan Rasul diberi kecerdasan oleh Allah SWT agar mampu merangkul hingga memerangi kaum yang menolak keberadaan Allah SWT dan tidak berada di jalannya. Selain itu, juga mengajak mereka untuk berada di jalan yang benar dan di ridhoi oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, kita sangat penting untuk mentauladani sifat-sifat yang ada di dalam diri para nabi dam rasul dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan kehidupan yang beraklah muli, jujur dan bertaggung jawab,''  terang ustadz H Ibnu Al Hafiz Lc MA di hadapan jamaah yang hadir.***

Inilah Empat Sifat Wajib Rasul :

1). Shiddiq
Shiddiq memiliki arti benar. Maksudnya ialah, setiap ucapan para Rasul sudah pasti bersifat benar. Baik itu wahyu yang diturunkan kepadanya, maupun hal-hal yang berkaitan dengan persoalan dunia, sudah pasti bersifat benar.Sifat wajib Rasul ini telah dijelaskan dalam kitab suci Al-Quran. Tepatnya pada surah Maryam ayat 41,

وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا

Artinya, “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.Tidak hanya itu, kata shiddiq dalam konteks sifat yang wajib dimiliki Rasul juga pernah disinggung dalam QS. Maryam ayat 50,

وَوَهَبْنَا لَهُمْ مِّنْ رَّحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا

Artinya, “Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik dan mulia.Oleh karena itu, dapat disepakati bahwa Rasul tidak mungkin memiliki yang berkebalikan dengan sifat benar.

2). Amanah
Sifat wajib Rasul selanjutnya ialah amanah, yang artinya dapat dipercaya. Untuk menjaga kepercayaan umat atas dirinya, Rasul senantiasa menjaga dirinya dari perbuatan yang berkaitan dengan dosa. Fakta bahwasanya Rasul bersifat amanah, telah  dibuktikan melalui terjemahan surah an-Nisa ayat 58. Oleh karenanya, mustahil rasanya seorang Rasul dapat berbuat khianat.

“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran  kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS an-Nisa: 58)

3). Tabligh
Sebagai pemimpin umat Muslim, seorang Rasul diperintahkan agar menyampaikan wahyu yang diterimaNya kepada seluruh umatNya. Sifat wajib Rasul tersebut dinamakan Tabligh. Tabligh memiliki arti yaitu menyampaikan wahyu. Saat menjalankan  tugasnya, Rasul akan menyampaikan wahyu apapun tanpa melewatkan satu huruf pun. Baik wahyu yang berupa kabar baik, kabar buruk, pengetahuan, syariat akan senantiasa Rasul sampaikan.

“Wahai Rasul” Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah SWT memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah  SWT tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (QS al-Maidah: 67).

4). Fathonah
Sifat wajib Rasul yang terakhir ialah fathonah, yang bermakna cerdas, pandai, serta bijaksana. Sebagai utusan Allah SWT, seorang Rasul mampu menangani berbagai permasalahan umattnya sekaligus memberikan jalan keluarnya. Allah SWT memberikan anugerah kepada Rasul ketika menyampaikan ajaran bagi kaumNya. Temasuk ketika adanya argumentasi perdebatan suatu kaum yang menyinggung ajarannya. Hal ini rupanya telah disinggung dalam surah al-An’am ayat 83.
 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar