Program Ketahanan Pangan Desa Sungai Iliran Mulai Berjalan, BUMDes Kembangkan Bebek Petelur 250 Ekor
Pemerintah Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka, Kabupaten Indragiri Hilir, terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui Program Ketahanan Pangan tahun anggaran 2025. Salah satu program yang saat ini mulai menunjukkan perkembangan adalah usaha
SUNGAI ILIRAN-- (KIBLATRIAU.COM)-- Pemerintah Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka, Kabupaten Indragiri Hilir, terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui Program Ketahanan Pangan tahun anggaran 2025. Salah satu program yang saat ini mulai menunjukkan perkembangan adalah usaha ternak bebek petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Program ketahanan pangan tersebut dipercayakan sepenuhnya kepada BUMDes Desa Sungai Iliran yang diketuai oleh Junaidi, dengan jumlah bibit awal sebanyak 250 ekor bebek petelur. Untuk memastikan pengelolaan berjalan optimal, ternak bebek petelur ini dijaga dan dirawat secara khusus oleh Asbullah sebagai penanggung jawab lapangan.
Saat dikonfirmasi wartawan Kiblatriau.com Jum'at (2/1/ 2026) Junaidi menjelaskan bahwa pengadaan bibit bebek petelur merupakan tahap awal dari program ketahanan pangan desa yang dirancang untuk berkelanjutan.
“Untuk tahap awal ini kami membeli bibit bebek petelur sebanyak 250 ekor. Alhamdulillah, saat ini sudah mulai bertelur, dengan produksi telur per hari kadang mencapai sekitar 50 butir,” ujar Junaidi.
Junaidi juga menyampaikan bahwa kandang bebek petelur dibangun di RT 11 RW 06, Dusun Suntung, Desa Sungai Iliran. Pemilihan lokasi tersebut, kata dia, telah mempertimbangkan aspek lingkungan, keamanan serta kemudahan pengawasan.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Iliran, Paisal, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pemerintah desa memberikan tanggung jawab penuh kepada BUMDes dalam mengelola program ketahanan pangan desa.
“Tahun 2025 ini saya sebagai Kepala Desa memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada BUMDes agar program ketahanan pangan ini terus berkesinambungan dan dapat membantu perekonomian, khususnya masyarakat Desa Sungai Iliran,” ujar Paisal.
Paisal menambahkan, keterlibatan BUMDes diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan usaha desa yang lebih profesional dan transparan, sehingga manfaat program benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
Di sisi lain, Asbullah selaku penjaga ternak menyampaikan bahwa perawatan dilakukan secara rutin, mulai dari pemberian pakan terjadwal, menjaga kebersihan kandang, hingga pemantauan kesehatan bebek petelur agar produktivitas tetap terjaga.
Program ketahanan pangan berbasis ternak bebek petelur ini diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan BUMDes serta membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat Desa Sungai Iliran melalui usaha produktif yang berkelanjutan.(Anton).

Tulis Komentar