Tim SAR Gabungan Temukan ABK KM Makmur Jaya 89 Meninggal Dunia
Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban kecelakaan kapal yang diduga terjatuh dari KM Makmur Jaya 89 di Perairan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.
BENGKALIS--(KIBLATRIAU.COM)-- Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban kecelakaan kapal yang diduga terjatuh dari KM Makmur Jaya 89 di Perairan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Korban bernama Rapat (38), anak buah kapal (ABK) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari pencarian intensif.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, SSos, mengatakan laporan awal diterima pada Senin (5/1/2026) pukul 13.50 WIB dari salah seorang ABK KM Makmur Jaya 89 bernama Muslim. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa seorang ABK diduga terjatuh ke laut sehari sebelumnya.
“Informasi yang kami terima, kejadian diperkirakan terjadi pada Ahad (4/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di Perairan Bengkalis,” ungkap Budi.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat korban dan saksi terbangun dari tidur sekitar pukul 11.55 WIB. Korban sempat meminta tepung untuk memasak.
Saksi kemudian pergi mencari tepung, namun ketika kembali korban sudah tidak berada di tempat. Upaya pencarian oleh lima ABK di seluruh bagian kapal tidak membuahkan hasil, sehingga korban diduga terjatuh ke laut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada Senin (5/1/2026) sore. Pencarian dilakukan dengan penyisiran di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Namun hingga hari pertama dan kedua pencarian, hasil masih nihil.
Operasi SAR kemudian dilanjutkan hingga hari ketiga dengan memperluas area pencarian sesuai rencana operasi (Ren Ops) H3. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.
“Pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar tiga mil laut dari LKP,” terang Budi.
Korban ditemukan pada titik koordinat 01°28'42"N 102°39'34"E dan selanjutnya dievakuasi ke pulau terdekat, Desa Teluk Lancar. Proses evakuasi sempat terkendala cuaca dan gangguan komunikasi. Tim SAR Gabungan tiba di Desa Teluk Lancar sekitar pukul 23.30 WIB.
Setelah dievakuasi, jenazah korban diserahkan kepada aparat Desa Teluk Lancar untuk selanjutnya dijemput oleh pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan ditutup pada pukul 23.50 WIB dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke instansi masing-masing.
Sementara itu, Kanit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Herrie Rescue, mengatakan pihaknya langsung melakukan evakuasi setelah korban ditemukan.
“Setelah ditemukan, jasad korban segera kami evakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di wilayah Bandul, Kepulauan Meranti,” ujarnya.
Tim SAR Gabungan juga mengimbau masyarakat dan nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut serta menggunakan alat keselamatan diri guna meminimalkan risiko kecelakaan.***

Tulis Komentar