"Setiap Manusia Pasti Mati"
Tampak ratusan petakziah menghadiri acara menjaga malam atas meninggalnya alhamhum Zakaria di rumah duka Kamis (8/1/2026)
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- "Kematian datangnya tidak bisa dimajukan dan dimundurkan meski dalam sedetikpun. Karena tidak ada yang bisa menolaknya. Setiap yang bernyawa pasti merasakan mati. Sebab, mati tak memandang usia, baik tua, muda maupun orang kaya dan miskin. Suka atau tidak suka jika dipanggil.Allah SWT tidak bisa satupun yang bisa mencegahnya, meskipun berada di tembok yang tinggi. Kita sudah lihat berapa banyak saudara -saudara dan teman kita yang sudah mati. Sementara kita yang masih hidup ini menunggu giliran kapan akan dipanggil Allah SWT. Oleh sebab itu, sebelum ajal datang menghampiri siapkanlah bekal dengan melakukan ibadah dan amal kebaikan. Sebab, mati pasti adanya, karena kita ini milik Allah SWT. Maka dari itu, kita akan kembali kepada Allah SWT. Tiada yang kekal hidup di atas dunia ini. Orang kaya mati, orang miskin mati, raja-raja juga mati. Terlebih lagi, mati ini tidak bisa dihindari. Kematian itu pasti akan datang kepada kita, meskipun kita suka dan tidak suka,kematian pasti akan datang. Setiap yang beryawa akan merasakan kematian. Dunia ini hanya tempat sementara dan akan kita tinggalkan serta sebaliknya dunia alam meninggalkan kita.
Oleh sebab itu, sebelum terlambat, maka persiapkan diri dengan melakukan amal kebaikan sebelum ajal tiba. Kematian yang dialami oleh almarhum H Zakaria ini, kita jadikan peringatan dan pelajaran bagi kita yang masih hidup ini," terang ustadz Sutan Syahril saat menyampaikan tausiah dalam acara takziah tiga hari meninggalnya H Zakaria di rumah ahli bait Jalan Paus atau Parit Indah, RT 02,RW 15 Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (8/1/2026).

Di hadapan ratusan jamaah masjid Masjid Amal Khairat, teman kerabat dan warga sekitar ustadz Sutan Syahril menambahkan bahwa sebelum datangnya kematian tersebut maka persiapkanlah bekal untuk menghadap Allah SWT dengan banyak melakukan amal soleh dan amal kebaikan lainnya. Terutama kepada almarhum, diingatkan ahli bait untuk selalu mendoakan, sehingga diberikan kemudahan dan di lapangkam kuburannya.
"Sebelum kematian kepada kita, maka persiapkanlah bekal. Karena jika sudah mati nanti tidak akan bisa lagi kita mengerjakan amal ibadah dan balik ke dunia lagi. Jadi sebelum terlambat segera berbuat amal kebaikan, sehingga jika kematian datang kita sudah siap menghadapinya. Semoga kita nanti dipanggil khusnul.khotimah amin ya rabbal alamin," sebut ustad Syahril.
Diterangkan ustadz Syahril dengan adanya acara mendoa seperti ini maka tentu memberikan pelajaran bagi manusia yang masih hidup di dunia ini." Dengan dipanggilnya almarhum H Zakaria oleh Allah SWT ini , maka kita yang masih hidup ini bisa menjadi iktibar atau pelajaran untuk selalu mengingatkan kemartian. Karena kita tahu setiap manusia akan merasakan kematian. Oleh sebab itu, kita yang masih hidup ini terus berbuat beribadah dan terus meminta ampun hingga nanti kita dipanggil Allah SWT," ujar ustadz Syahril.
Lanjut ustadz Syahril, dengan mengelar mendoa yang dilakukan ini tentu diharapkan agar Alllah SWT memberikan ampunan kepada almarhum H Zakaria dan menjadikan kuburannya seperti taman -taman surga," ujar ustad Syahril.
"Kepada pihak keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran dan ketabahan menghadapi ujian ini. Dengan begitu Allah SWT akan mengangkat derajat hambanya,. Semoga semua dosa almarhum diampuni dan dimasukkan ke dalam surga, " tutur ustadz Syahril. Tampak ratusan warga yang ada di sekitar lingkungan RT 02, RW 12, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai menghadiri acara takziah atas meninggalnya alhamhum Zakaria. Acara itu dilakukan setelah usai sholat isya.***

Tulis Komentar