Kajian Rutin usai Sholat Subuh

Bahas Surat Al-'Adiyat dan Maknanya, Beginilah Penjelasan Ustadz Dr Karimuddin Nasution

Ustadz DR Karimuddin Nasution MIS saat menyampaikan tausiah subuh di Masjid Nurul Muhsinin, Ahad (11/1/2026)

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)--Usai sholat subuh berjamah Pengurus Masjid Nurul Muhsinin yang berada di Jalan Ikan Mas, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai. melaksanakan kajian rutin. Kali ini, ustadz yang  menyampaikan ceramah agama adalah  ustadz Dr Karimuddin Nasution MIS,Ahad (11/1/2026). Sebelum menyampaikan kajian rutin ini, ustadz DR Karimuddin Nasution MIS pertama-tama mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT , karena masih  diberikan nikmat iman, sehingga bisa bersama-sama menghadiri kajian majelus ilmu ini. Dimana, masih banyak saat ini saudara-saudara kita yang belum bisa hadir. 

Pada kesempatan ini, tidak lupa pula, ustadz  DR Karimuddin Nasution MIS  berkirim  salawat kepada  Nabi Muhammad SAW. Sebab, dengan banyaknya bersalawat, maka akan mendapatkan safaat di yaumil akhir kelak, amin ya rabbal alamin. Dalam kajian rutin yang disampaikan oleh ustadz Dr Karimuddin Nasution MIS terkait dengan surat  pendek yang  ada di dalam Alquran yakni surat Al-'Adiyat ayat ke-100.

Dijelaskan ustadz Dr Karimuddin Nasution bahwa surat Al-'Adiyat ini terdiri dari sebelas ayat dan tergolong surah makkiyah. Dimana, surat ini diturunkan kepada Nabi Muhamad SAW setelah surah surah Al-'Asr. Nama Al 'Aadiyat diambil dari kata Al  'Aadiyaat yang artinya berlari kencang yang terdapat pada ayat pertama surat ini.  ''Dalam ayat ini, Allah SWT bersumpah dengan kuda perang yang berlari dengan kencang. Selain itu, kuda itu memerckan bunga api dengan pukula kuku kakinya. Kuda itu  juga bisa menyerang pada waktu pagi, sehingga menerbangkan debu di belakang, lalu menyerbu ke tenga musuh. Hal itu, sesuai dengan tuan yang menunggangnya. Jadi, peran kuda sangat penting, karena memiliki kelebihan. Dengan begitu, sebagian ulama  
menafsirkan dengan kuda perang, sehingga bisa digunakan untuk berperang di medan perang menghadapi musuh,'' ujar ustadz Dr Karimuddin Nasution di hadapan jamaah yang hadir,

Sambung ustadz Dr Karimuddin Nasution, pada surat Al-'Adiyat juga menjelaskan bahwa Allah SWT mennyidir banyak manusia yang tidak pandai bersyukur dengan apa yang telah diberikan. karena lebih cinta dengan harta.''Contohnya jika ada sebagian dari kita memiliki rezki uang sebesar Rp100 juta. Mestinya kita harus keluarkan zakatnya. Namun, karena, cinta dengan harta dan ikuti nafsu, sehingga kita tidak bersyukur atas rezeki yang diberikan dan digunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Makanya korelasi ada kaitanya dengan kuda perang tadi, adalah jika seekor kuda saat taat dengan tuannya, mestinya hanya diberikan makan dan minum seadanya. Tetapi, manusia jika diberikan rezeki tidak pandai bersyukur kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, dalam ayat ini Allah SWT mengingatkan dan menyindir kepada kita supaya bisa bersyukur dalam menjalani kehidupan ini,'' tutur ustadz Dr Karimuddin Nasution. ***

 

1. Demi kuda perang yang berlari kencang 

فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ

2. Dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya),

فَالْمُغِيْرٰتِ صُبْحًاۙ

3. Kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi,

فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ

4. Sehingga menerbangkan debu,

فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ

5. Lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,

اِنَّ الْاِنْسَانَ لِرَبِّهٖ لَكَنُوْدٌ ۚ

6. Sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya,

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar