Amalan di Pagi Hari

Waktu Sholat Dhuha Terbaik dan Batas Waktunya, Ini Penjelasan Lengkapnya

ilistrasi sholat

JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Sholat Dhuha adalah amalan yang dikerjakan pagi hari. Mereka yang melaksanakan ibadah sunnah ini akan mendapat keutamaan, salah satunya diterangkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.Beliau bersabda,"Siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi). Diterangkan dalam buku Super Lengkap Shalat Sunnah karya Ubaidurrahim El  Hamdi, ada juga hadits terkait sholat Dhuha yang disebut sebagai pesan Nabi SAW kepada Abu Hurairah RA. Dia berkata,"Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk selalu puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua rakaat Dhuha dan  mengerjakan sholat Witir sebelum aku tidur." (Muttafaq 'Alaih)

Waktu Terbaik Sholat Dhuha
Menurut buku Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi susunan Abu Utsman Kharisma, sholat Dhuha tidak boleh dilakukan sebelum matahari terbit. Artinya, sholat hanya sah saat matahari telah terbit sempurna dan naik, kira-kira setinggi tombak.
Waktu terbaik mengerjakan sholat Dhuha adalah pertengahan waktu antara terbit matahari sampai masuk waktu Dzuhur. Apabila terbit matahari adalah jam 6 dan Dzuhur jam 12, maka waktu terbaik sholat Dhuha diperkirakan sejak jam 9 pagi.

Batas Waktu Sholat Dhuha
Masih dari sumber yang sama, rentang waktu pelaksanaan sholat Dhuha adalah sejak 15 menit setelah terbit matahari sampai 10 menit sebelum masuk waktu Dzuhur. Nabi Muhammad SAW bersabda,"Sholat awal waktu yang dikerjakan ketika matahari  
mulai meninggi adalah sholat orang-orang yang kembali kepada Allah (sholat awwabîn)." (HR Muslim).Batas waktu sholat Dhuha yaitu ketika matahari belum tergelincir atau sebelum masuk waktu Dzuhur. Mayoritas ulama termasuk mazhab Syafi'i dan  
Hambali sepakat waktu Dhuha berakhir ketika matahari sudah condong ke arah barat.

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha
Diterangkan dalam buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW susunan Ustaz Arif Rahman, ulama berbeda pendapat terkait jumlah rakaat sholat Dhuha. Tetapi secara umum, sholat Dhuha dilaksanakan paling sedikit dua rakaat  
dan paling banyak delapan rakaat.

Pendapat delapan rakaat ini mengacu pada hadits dari Ummu Hani', saudara perempuan Ali bin Abi Thalib. Dia berkata:"Rasulullah SAW mengerjakan sholat Dhuha sebanyak delapan rakaat." (HR Bukhari dan Muslim).Ada juga pendapat yang mengatakan  
sholat Dhuha dikerjakan empat rakaat. Ini mengacu pada hadits dari Aisyah RA,"Rasulullah mengerjakan sholat dhuha hanya empat rakaat, dan beliau menambah berapa yang dikehendakinya." (HR Muslim)

Niat Sholat Dhuha: Arab, Latin dan Arti
Dikutip dari buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh dan Dhuha: Keberkahan Bangun Pagi susunan Adnan Tarsyah, niat sholat Dhuha adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala."

Tata Cara Sholat Dhuha

Mengucapkan niat sholat Dhuha dua rakaat
Niat dalam hati bersamaan takbiratul ihram
Membaca doa Iftitah
Membaca surat Al-Fatihah
Membaca surat dalam Al-Qur'an
Ruku'
I'tidal atau berdiri untuk melakukan sujud
Sujud
Iftirasy (duduk di antara dua sujud)
Sujud kedua
Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua
Membaca surat Al-Fatihah
Membaca surat dalam Al-Qur'an
Ruku'
I'tidal
Sujud
Iftirasy (duduk di antara dua sujud)
Sujud kedua
Tahiyat
Salam
Doa Setelah Sholat Dhuha
Mengacu pada sumber yang sama, berikut doa setelah sholat Dhuha yang bisa diamalkan muslim.

اللهم إن الضحاء مماتك والبهاء بهائك والجمال جمالك والقوة فولك والقدرة فنزلك والعضمة عضمتك اللهم إن كان رزق في السماء فأنزله وإن كان في الأرْضِ فأخرجه وإن كان معبراً فيسره وإن كان خرا ما فطهرة وإن كان بعيدا فقربه بحق صحابك وبهائك وجمالك وقوتك وقدرتك انني ما أليت عبادك الصا لجين.

Allahumma innad-dhuha dhuha'uka wal-baha'bahā'uka wal-jamāl jamáluka wal-quwwata quwwatuka wal-'ishmät ishmätuka. Allahumma in kāna rizqî fis-sama' fa'anzilhu wa in kåna fil-ardhi fa akhrijhu wa in kâna mu'siran fa yassirhu wa in kána haraman fa  
thahhirhu wa in kana ba'idan fa qarribhu bi haqqi dhuhaika wa baha'ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika atini má âtaita 'îbådaka al-shälihin.

Artinya: Ya Allah, waktu dhuha ini adalah waktu dhuha-Mu. Keelokan ini adalah keelokan-Mu. Keindahan ini adalah keindahan-Mu. Kekuatan ini adalah kekuatan-Mu. Kekuasaan ini adalah kekuasaan-Mu. Perlindungan ini adalah perlindungan-Mu. Ya Allah,  
jika rezekiku masih di langit, maka turunkanlah. Jika rezekiku ada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika rezekiku sulit, maka mudahkanlah. Jika rezekiku haram, maka sucikanlah. Jika rezekiku masih jauh, maka dekatkanlah. Semuanya berkat dhuha-Mu,  
keagungan-Mu, keelokan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu. limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.(Net/Hen)


Berita Lainnya...

Tulis Komentar