Pengembang Perumahan di Bukit Kemuning harus Perhatikan Keselamatan Warga
Developer pengembang perumahan yang membangun di atas bukit dengan cara memotong perengan bukit untuk membangun perumahan sangat beresiko tinggi
BATAM--(KIBLATRIAU.COM)-- Warga yang berada di bawah Bukit Kemuning Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk Batam berharap pihak Developer pengembang perumahan yang membangun di atas bukit dengan cara memotong perengan bukit untuk membangun perumahan sangat beresiko tinggi.
Karena dampak dari pemotongan ketinggian Bukit Kemuning dijadikan perumahan, itu beberapa kampung dan bawah bukit seperti, Perum Mangsang Permai, Puri Agung, Mangsang Lestari, Pancur Biru 1 dan 2 serta Pondok Graha dan lainnya membahayakan.
Hal ini diungkapkan sesepuh warga kampung Mangsang Sadi kepada wartawan Kiblatriau.com, Sabtu (25/1/2026) saat pertemuan warga di pondok Bambu Bukit Mangsang.
" Dengan adanya pekerjaan pembangunan perumahan dipereng Bukit Kemuning ini sangat membahayakan untuk keselamatan warga yang tinggal di beberapa perumahan di bawah bukit. Nanti, apabila musim hujan akan terjadi banjir serta longsor, dimana pada saat musim hujan lalu warga kewalahan akibat banjir itu masih belum ada pembangunan perumahan diatas bukit, apalagi kalau sudah ada bangunan diatasnya, kami warga tak dapat dibayangkan nanti dampak yang akan dirasakan, " ujar Sadi
Diterangkan Sadi, bahwa dulu sudah pernah pembangunan perumahan di atas Bukit Kemuning ini oleh Developer dihentikan,.tapi sangat disesalkan sekarang mulai lagi aktivitas pembangunan dengan memotong perengan bukit.
Sementara itu, salah seorang warga yang enggan namanya ditulis, mengatakan Bukit Kemuning ini merupakan juga hutan penyangga sumber air, karena di bawah bukit itu ada sumber mata air yang dipergunakan warga masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan air minum.
Seiring dengan itu, Sadi selalu sesepuh warga di Kampung Mangsang berharap kepada pihak pemerintah terkait memperhatikan keluhan warga ini dan mengambil langkah untuk penyelamatan hutan dan. Bukit yang ada agar tetap berdiri kokoh tidak dimanfaatkan perumahan.
Sampai berita ini diterbitkan beberapa pejabat yang berkompoten terhadap keluhan warga masyarakat ini tidak ada yang bisa dihubungi karena alat komunikasi mati.(Syamsir.Suryana).

Tulis Komentar