Negosiasi tak Temu Titik Terang

Sengketa Lahan Mangsang Memanas: Warga Nyaris Ricuh dengan Oknum Ditpam BP Batam

Suasana tensi tinggi menyelimuti pertemuan antara warga Kampung Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, dengan pihak pengembang PT Gesya, Kamis (29/1/2026).

​BATAM--(KIBLATRIAU.COM)--Suasana tensi tinggi menyelimuti pertemuan antara warga Kampung Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, dengan pihak pengembang PT Gesya,  Kamis (29/1/2026). Pertemuan yang diharapkan menjadi solusi atas isu penggusuran lahan tersebut justru berakhir dengan ketegangan yang hampir memicu kericuhan antara warga dan oknum Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam.

Aparat Dinilai Gagal jadi Penengah

​Ketegangan bermula saat negosiasi tidak kunjung menemui titik temu karena pihak pengembang dianggap hanya membawa hasil koordinasi lama tanpa solusi baru. Perwakilan warga, Bustami, mengungkapkan bahwa alih-alih menjadi penengah yang netral, kehadiran oknum Ditpam BP Batam di lokasi justru memancing emosi warga.

​"Terjadi gesekan antara warga bersama pihak Ditpam yang turun di lokasi tadi sore," ujar Bustami dalam keterangannya.

Warga menyayangkan sikap aparat yang dianggap tidak menunjukkan empati di tengah perjuangan warga mempertahankan hak tempat tinggal mereka.

Pemicu Ketegangan: Ganti Rugi Hanya" 16 Juta

​Penyulut utama emosi massa adalah tawaran ganti rugi dari pihak pengembang yang dinilai sangat merendahkan martabat warga. PT Gesya dilaporkan menawarkan kompensasi maksimal sebesar Rp16 juta, angka yang dianggap warga sangat tidak layak untuk memulai hidup baru di tempat lain.

​"Nominal 16 juta itu yang paling tinggi. Ini sangat tidak manusiawi bagi warga Mangsang," tegas Bustami.

Kehadiran Polsek Sei Beduk Redam Suasana

​Beruntung, situasi yang hampir ricuh tersebut dapat diredam setelah personel dari Polsek Sei Beduk hadir di lokasi untuk melakukan pengamanan dan pendampingan. Meski situasi berangsur terkendali, hingga kini belum ada titik terang antara tuntutan warga dengan tawaran dari pihak pengembang maupun kebijakan dari BP Batam.

Warga Kampung Mangsang menyatakan akan tetap bertahan dan menuntut keadilan yang lebih manusiawi atas lahan yang telah mereka tempati selama sekian tahun.(Indra)

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar