Kolaborasi Polri -TNI - Pemda dan Masyarakat Kendalikan Karhutla di Lahan Gambut Pelalawan
Tim gabungan sebanyak 160 personil dari, TNI, Polri dan Pemda, perusahaan, dan masyarakat yang turun berjibaku mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (4/4/2026).
PELALAWAN--(KIBLATRIAU.COM)-- Berkat kolaborasi tim gabungan sebanyak 160 personil dari, TNI, Polri dan Pemda, perusahaan, dan masyarakat yang turun berjibaku berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (4/4/2026).
Tim gabungan ini langsung dipimpin Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Riau, Kombes Ino Harianto didampingi Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani, Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara dan Bupati Pelalawan H Zukri.
Maka tim gabungan dari Polda Riau dan Polres Pelalawan bersama unsur Kodam Tuanku Tambusai, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat peduli api turun memadamkan Karhutla.
Walau harus melewati medan yang berat dengan jalan setapak, mengunakan sepeda motor, tim gabungan berhasil sampai ke titik Karhutla.
Ketika sampai terlihat kobaran api yang membakar puluhan hektar lahan kebun kelapa dan semak belukar milik warga di atas lahan gambut. Selanjutnya tim langsung berjibaku melakukan pemadaman serta upaya pendinginan dan mitigasi terus dilakukan secara intensif.
"Tim gabungan turun langsung secara bersama-sama ke lokasi, untuk penanganan karhutla yang dilakukan secara cepat, terpadu, dan berbasis kolaborasi lintas sektor," ungkap Karoops Polda Riau, Kombes Ino Harianto.
Dikatakan Ino, walau ada titik api tidak terdeteksi dalam sistem DLK, tim di lapangan tetap responsif melakukan pengecekan dan penanganan, hingga Karhutla tidak membesar.
“Kami tidak hanya bergantung pada sistem monitoring, tetapi juga mengedepankan patroli darat dan koordinasi dengan seluruh stakeholder. Begitu ditemukan titik api di Desa Gambut Mutiara, tim langsung bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan,” tegas Ino.
Ia menjelaskan, kebakaran terjadi di lahan gambut seluas sekitar 10 hektare dengan kondisi semak belukar yang kering dan mudah terbakar. Faktor cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman di lapangan.
“Medan yang jauh dan sulit dijangkau, ditambah kontur gambut yang kering, membuat penanganan harus dilakukan dengan strategi khusus. Namun berkat kerja sama semua pihak, api berhasil dipadamkan dan saat ini hanya tersisa titik-titik asap,” jelasnya.
Kombes Ino menambahkan, upaya ini menjadi bagian dari komitmen Polda Riau dalam menjaga stabilitas lingkungan dan mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah rawan gambut.
Hal itu sejalan dengan semangat melindungi tuah dan menjaga marwah bumi Lancang Kuning. Salah satunya komitmen penanganan Karhutla harus dilakukan secara kolaboratif, lintas satker dan lintas sektor.
Bupati Pelalawan H Zukri yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap langkah cepat dan sinergi yang dilakukan seluruh unsur di lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari Polda Riau dan seluruh tim gabungan. Ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama, termasuk melibatkan masyarakat di sekitar lokasi,” terang Bupati Zukri.
Sementara itu, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menyampaikan bahwa proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi api kembali menyala.
“Kondisi saat ini api sudah padam, namun masih terdapat asap di beberapa titik, sehingga pendinginan terus kami lakukan. Untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan,” ungkap AKBP John.
Ditambahkan Kapolres Pelalawan, bahwa pihaknya telah mengerahkan sebanyak 160 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam penanganan karhutla tersebut.
“Koordinasi lintas sektor terus kami perkuat, termasuk dengan perusahaan dan masyarakat, agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sejak dini,” tuturnya. (Sa)

Tulis Komentar