Amalan yang Dianjurkan

Implikasi Sedekah terhadap Kehidupan Spiritual

Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

    SEDEKAH  merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Amalan ini tidak hanya menjadikan seorang hamba mulia di sisi Allah 
Subhanahu Wa ta'ala, tetapi juga sebagai pencipta hubungan sosial yang harmonis antar sesama. Melalui uluran tangan orang-orang dermawan dapat memenuhi hajat banyak orang. Kondisi ini pernah dirasakan para pelajar kala menjadi pelajar di negeri para nabi, di mana mereka setiap bulan menerima bantuan dari para muhsinin (orang-orang baik).

Sedekah buah dari keimanan yang kuat dan keyakinan yang kokoh terhadap janji-janji Allah Subhanahu Wa ta'ala. Karena sekecil apapun kontribusi yang diberikan niscaya akan dibalas.

Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman:

Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki. (QS. Saba’: 39).

Makna kalimat yukhlifu dengan garis bawah huruf lam memiliki dua yaitu: Allah Subhanahu Wa ta'ala
tidak mengubah waktu yang telah ditetapkan dan setiap pemberian akan diganti setelah amalan infak sempurna. (Hassan ‘Ayyâd, Shifâtunnâsi wa af’âluhum fil Qur’ân al-Karîm, hlm 350).


Kalimat di atas isyarat bahwa sesuatu sesuatu yang diberikan untuk Allah Subhanahu Wa ta'ala

pasti akan dibalas sesuai waktu yang telah ditentukan, sebab Allah 
Subhanahu Wa ta'ala tidak pernah ingkar janji, sebagaimana firman-Nya: “(Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rûm: 6). Adapun kalimat setiap pemberian pasti diganjar merupakan bentuk kasih sayang-Nya kepada orang-orang yang gemar bersedekah, sebagaimana sabda Rasulullah saw:  “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa implikasi sedekah dalam kehidupan spiritual mengerucut pada:

1.    Pembuktian Iman

Sebagaimana yang telah diulas sebelum ini bahwa sedekah memiliki dua dimensi, yaitu dimensi duniawi dan ukhrawi. Adapun dimensi pertama ini terlihat jelas melalui tindakan sosial, sedangkan dimensi kedua mengkristal dalam keimanan.

Dimensi sosial dapat dirasakan langsung oleh orang yang memberi dan diberi, sementara dimensi iman sebagai bukti kekuatan iman. Harta yang dicari susah payah, tidak kenal lelah dan bahkan kewajiban sebagai seorang muslim acap terbaikan namun harus diberikan kepada orang yang tidak dikenal. Maka tak heran sedekah disebut sebagai pembuktian iman.

Rasulullah saw bersabda: Dan sedekah itu adalah bukti (keimanan).(HR. Muslim)

Imam An-Nawawi berkata: Makna sedekah sebagai bukti (keimanan) ialah sedekah menjadi hujjah atas iman pelakunya, orang-orang munafik terhalang mengimplementasikan sebab tidak yakin dengan balasan di akhirat kelak. (Nabîl Hâsyim Al-Ghomari, Fathul Mannân, 4/32)

Hadis Ini bermakna sedekah merupakan bukti nyata keimanan yang menunjukkan kejujuran hati seorang mukmin dalam mempercayai janji Allah. Ia menjadi hujjah atas keimanan pelakunya, karena hanya orang yang benar-benar yakin terhadap balasan akhirat yang mampu mengorbankan harta yang dicintainya. Sebaliknya, orang munafik cenderung enggan bersedekah karena lemahnya keyakinan.

2.    Pembersih Harta dan Jiwa

Tak disangkal bahwa terkadang dalam mencari harta ada hal-hal terlarang yang dilakukan seperti mengurangi timbangan (ghisy), tidak jujur saat menunaikan tugas (kazab) dan dengan mudah bersumpah palsu demi melariskan dagangan. Cara-cara semacam ini dapat mengotori harta dan jiwa sekaligus, maka satu-satu cara untuk membersihkannya ialah sedekah.

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:  Wahai para pedagang, sesungguhnya dalam jual beli itu sering terdapat perkataan sia-sia dan sumpah (yang tidak benar), maka campurilah dengan sedekah. (HR. Abu Daud)

Hadis ini menunjukkan bahwa dalam aktivitas mencari harta, khususnya perdagangan, sering terdapat unsur kelalaian seperti dusta, sumpah berlebihan, atau ucapan yang tidak baik. Oleh karena itu, Islam menganjurkan untuk membersihkannya dengan sedekah, agar harta menjadi berkah dan lebih suci dan juga termasuk membersihkan diri. Maka di sisi lain sedekah berfungsi sebagai pembersih dari harta yang diperoleh dan jiwa.

Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At-Taubah: 103)

Menurut Ibnu Abi Hâtim makna tuthahhiruhum wa tuzakkîhim ialah membersihkan dan mensucikan dosa-dosa yang diperbuat. (Tafsir Al-Qur’ân al-Azhîm, 1875). Di sini dapat diambil kesimpulan bahwa mengeluarkan harta baik itu sedekah maupun zakat bertujuan membersihkan diri dan harta.

3.    Menghapus Dosa

Bagian ketiga implikasi sedekah dalam kehidupan spritual ialah menghapus dosa. Setiap harta yang dikeluarkan dapat menghapus dosa-dosa kecil seperti mengucapkan kata-kata yang sia-sia, iri dengki, hasad dan riya’. Adapun dosa-dosa besar hanya bisa gugur dengan taubat nasuha.

Rasulullah saw bersabda:  Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api. (HR. Tirmidzi)

Hadis di atas mengibaratkan perbuatan dosa bagai api dan sedekah seperti air. Ketika dosa kian menumpuk maka sedekah sebagai pengugurnya. Semakin banyak sedekah yang dikeluarkan maka semakin banyak dosa yang gugur.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa bersedekah merupakan amalan penting dalam Islam karena memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Sedekah menjadi sarana membersihkan harta dan jiwa, serta menghapus dosa.

Selain itu, sedekah juga menunjukkan bukti keimanan dan bentuk kepedulian terhadap sesama. Di sisi lain, dalam kehidupan sehari-hari—terutama dalam mencari harta—tidak jarang manusia terjatuh pada kekhilafan seperti lalai, ucapan yang kurang baik, atau bahkan dusta. 

Oleh karena itu, sedekah menjadi penyempurna dan penebus kekurangan tersebut, sehingga harta yang dimiliki menjadi lebih berkah. Dengan demikian, bersedekah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga menyelamatkan diri sendiri, mendekatkan kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala serta menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.***

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar