Polisi Buru Pelaku

Abang Tewas Dibacok, Adik Diikat dan Motor Digasak Kawanan Rampok

Jenazah Jopan saat berada di Puskesmas Kerumutan.

PELALAWAN--(KIBLATRIAU.COM)-- Aksi kawanan perampokan kembali terjadi. Kali ini menimpa abang dan adik yang melintas di jalan perkebunan sawit Desa Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Jumat (29/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Atas kejadian itu,  Jopan Setia Hulu (20) tewas dengan luka bacok di kepala dan adiknya Zelpi Hulu (15) mengalami luka lebam di leher dan kedua tangan diikat, serta sepeda motor Honda Revo warna merah raib dibawa kabur.

Kejadian ini yang sempat viral di media sosial, berawal saat abang dan adik yang tinggal di daerah Pangkalan Panduk, baru pulang dari warung mengendarai sepeda motor Honda Revo.

Namun untuk pulang di rumah mencari jalan pintas melewati jalan perkebunan sawit. Tapi tiba-tiba dalam kondisi jalan sepi dan gelap dihentikan seorang pria tidak dikenal.

Pelaku yang berpura-pura meminta tolong, dengan dalih sepeda motornya sedang rusak. Tanpa ada rasa curiga, kedua abang adik itu turun dari sepeda motornya menuju lokasi yang ditunjuk oleh pelaku.

Namun saat baru melangkah beberapa meter, kembali pelaku lain muncul dari balik pohon sawit dan langsung menyerang kedua korban. Menyadari hal itu kedua abang adik berusaha kabur menyelamatkan diri.

Tapi berhasil dikejar oleh kawanan rampok tersebut. Kondisi terdesak, korban berusaha membela diri, tapi pelaku mengunakan senjata tajam jenis parang dan kayu.

Hingga tak mampu bertahan hingga, Jopan menjerit kesakitan dan terkapar bersimbah darah. Setelah dibacok di bagian kepala. Sedangkan adiknya Zelpi yang pingsan dihatam kayu, langsung diikat oleh pelaku.

Setelah berhasil melumpuhkan kedua korban, kawanan perampok yang diperkirakan lebih dari dua orang segera kabur membawa sepeda motor korban.

Berselang beberapa waktu, Zelpi terbangun dengan sisa tenaga berhasil membuka ikatan tali di tubuhnya dan mencari kakaknya yang ditemukan terkapar bersimbah darah tak sadarkan diri di pinggir jalan.

Dengan kondisi ketakutan, korban segera berlari meminta pertolongan. Hingga warga dan keluarganya datang menolong, seraya membawa mereka berdua ke Puskesmas Kerumutan.

Tapi sebelum mendapat perawatan lebih lanjut, Jopan dinyatakan sudah meninggal dunia, selanjutnya jenazahnya dibawa kerumah keluarganya di kota Pangkalan Kerinci, sebelum di kebumikan, Ahad (31/6/2026) lalu.

Sementara adiknya, Zelpi yang mengalami luka memar di leher dan sempat diikat oleh kawanan rampok, terlihat masih trauma. Walau selamat dari maut, tapi kakak tewas dibantai dan sepeda motornya raib dibawa kabur.

"Kami keluarga telah melaporkan kasus ke Polsek Kerumutan. Jadi meminta pihak Polsek dan Polres Pelalawan segera mengungkap dan menangkap pelakunya," kata salah satu keluarga korban yang ditemui di Pangkalan Kerinci.

Personil gabungan Polsek dan Tim Opsnal Satreskrim Polres Pelalawan yang mendapat laporan segera turun ke lokasi dan memeriksa saksi, hingga kini kawanan rampok masih diburu keberadaanya.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kasi Humas AKP Thomas Bernandes Siahaan SSos membenarkan adanya kejadian pencurian dengan kekerasan (Curas) tersebut.

"Kini kasusnya telah kita tangani dan pelaku masih dalam lidik," singkat  Kasi Humas yang enggan membeberkan kronologis lengkapnya. (Sa)

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar