Perkuat Pemahaman Agama

Nasihat untuk Muslimah di Akhir Zaman

Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg
 

MEMASUKI abad ke-21, tantangan kehidupan semakin kompleks. Perkembangan pemikiran modern dan deras arus globalisasi, serta degradasi moral yang mengkhawatirkan secara tidak langsung membentuk tatanan sosial masyarakat yang kian menjuah dari nilai-nilai agama.

Sasaran utama dari itu semua ialah generasi muda umat Islam, terkhusus kaum muslimah. Karena dengan rusaknya generasi muda islam, maka masa depan suatu bangsa dan agama akan kehilangan arah dan identitas. Tidak sampai di situ, tanpa disadari keadaan tersebut dapat mengikis kualitas spiritual dan moralitas secara bersamaan.  

Dengan demikian, bila keadaan ini terus dibiarkan tanpa ada upaya untuk berbenah niscaya kehadiran muslimah yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan rumah tangga akan kehilangan peran dalam menciptakan keluarga yang sakinah. Oleh sebab itu, agar terhindar dari pengaruh negatif di atas sudah sepatutnya mengambil langkah cepat agar tidak terjatuh ke dalam kerusakan yang lebih besar.

Muhammad bin Bisyir Al-Ibrahimi berkata:
 
إِذَا جَهِلَتِ الْمَرْأَةُ عُلُومَ الدِّينِ أَتْعَبَتِ الزَّوْجَ، وَأَفْسَدَتِ الْأَوْلَادَ، وَأَهْلَكَتِ الْأُمَّةَ

Jika seorang wanita tidak memahami ilmu-ilmu agama, niscaya ia akan menyusahkan suaminya, merusak pendidikan anak-anaknya, dan dapat menjadi sebab rusaknya umat. (Atsârul Imâm Muhammad Al-Basyîr Al-Ibhrâhîmî, 4/50)

Ungkapan di atas menekankan bahwa seorang muslimah memiliki peran yang urgen dalam keutuhan sebuah rumah tangga. Sebagai seorang istri misalnya, ia harus patuh dengan perintah suaminya, menjaga harta dan anak-anaknya kala di luar rumah, dan menjalankan amanah dengan baik serta menjaga kehormataan dirinya.

 Di samping itu, anak-anak yang tumbuh bersama ibu yang tersentuh nilai-nilai agama yang baik akan membentuk karakter anak yang pandai bertutur kata lemah lembut, sopan dalam berbicara dan menjunjung adab yang tinggi serta menjadi mampu mengabdi untuk agama dan bangsa. Selain itu, akan tercipta lingkungan yang aman, hubungan harmonis antar dan tercipta kehidupan yang gotong royong serta saling berbagi.

Nilai-nilai yang terpatri pada sifat wanita di atas telah digambarkan dalam salah satu hadis Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam yang terkenal populer.

Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدٌّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Dunia adalah perhiasan (kesenangan), dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalehah. (HR. Muslim)

Hadis di atas menegaskan bahwa wanita shalehah merupakan anugerah terbesar bagi seorang suami, dan sekaligus menjadi perhiasan terbaik dalam kehidupan dunia serta pendamping di akhirat kelak. Dengan keimanan, akhlak yang mulia, serta perannya dalam menjaga keluarga dan harta suaminya, wanita shalehah menjadi sumber kebahagiaan, ketenteraman, dan kebaikan bagi rumah tangga maupun masyarakat. Itu semua tak lepas dari pemahaman agama yang baik. Di samping itu, ia menjadi sekolah bagi anak-anaknya.

Hafiz Ibrahim pernah berkata:

الأُمُّ مَدْرَسَةٌ إِذَا أَعْدَدْتَهَا أَعْدَدْتَ شَعْبًا طَيِّبَ الْأَعْرَاقِ

Ibu adalah madrasah (sekolah), apabila engkau mempersiapkannya dengan baik, berarti engkau telah mempersiapkan sebuah bangsa yang baik. (Fahd Ar-Rûmî, Manhajul madrasati al-Aqliyah al-Hadîtsiah fi tafsîr, 1/767)

Ungkapan "Ibu adalah sekolah" mengandung pesan mendalam bahwa seorang wanita muslimah bukan hanya membentuk dirinya sendiri, tetapi juga membentuk karakter generasi masa depan, khusus anak-anak dalam didikan mereka. Seorang ibu yang baik akan melahirkan anak yang shaleh dan shalehah, seorang guru yang baik akan membentuk siswa-siswi yang berakhlak mulia dan begitu pula sebaliknya. Oleh sebab itu, hendaklah menjadi seorang ibu paham agama dengan baik.

Dari pemaparan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa derasnya arus modernisasi, globalisasi, dan krisis moral yang melanda generasi muda, muslimah dituntut untuk memperkuat pemahaman agama, menjaga akhlak, serta menjalankan perannya sebagai pendidik generasi dan pilar utama keluarga. 

Seorang muslimah yang berilmu dan berakhlak mulia tidak hanya menjadi sumber ketenteraman bagi suami dan keluarganya, tetapi juga berkontribusi dalam melahirkan generasi yang shaleh, beradab dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Oleh karena itu, membekali diri dengan ilmu agama, menjaga kehormatan, serta menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari merupakan langkah penting agar istiqamah menghadapi berbagai tantangan akhir zaman, sehingga mampu menjalankan amanah sebaik-baiknya.***
 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar