Manfaatkan Waktu Hidup untuk Beramal

Penyesalan Terbesar Penghuni Kubur

Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

 

Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg


KEMATIAN  merupakan fase transisi yang pasti dilalui setiap orang sebelum ke akhirat. Keadaan yang dialami berbeda-beda, tergantung perjalanan hidup di dunia. Bila selama di dunia gemar mengerjakan amal shaleh dan kebajikan, maka di alam barzakh akan merasakan ketenangan dan memperoleh kenikmatan. Namun, jika selama hidup di dunia enggan beramal shaleh, maka di alam barzakh akan mendapat kesulitan dan ditimpa azab yang pedih.

Orang-orang yang hidup dalam kenikmatan bergembira ria atas apa yang diberikan Allah Subhanahu Waatala.Balasan itu terus diperoleh hingga datang hari berbangkit. Keadaan ini bertolak belakang dengan orang-orang yang ditimpa azab, mereka minta kepada Allah Subhanahu Waatala untuk diberi kesempatan hidup agar dapat beramal shaleh. Satu-satunya ucapan yang keluar dari mulut mereka kala itu ialah penyesalan.

Allah Subhanahu Waatala berfirman:

﴿وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ﴾

"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata, 'Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, niscaya aku akan bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.'" (QS. Al-Munâfiqûn [63]: 10).

Ayat di atas mengambarkan bahwa penyesalan terbesar orang yang telah meninggal ialah menyia-nyiakan kesempatan beramal saleh ketika masih hidup. Pada saat ajal tiba, harapan yang keluar dari mulut mereka ialah agar diberi kesempatan kembali untuk bersedekah dan memperbanyak kebaikan, namun harapan tersebut tidak akan pernah terwujud. (Ar-Rifâ’i, Taisîrul ‘Aliyyil Qadîr, 4/371). Menurut Ibnu Abbas, sedekah yang dimaksud ialah mengeluarkan harta. (Al-Mubârakfûrî, Tuhfatul Ahwazî, 221).

Penekanan pada harta sebuah isyarat bahwa amalan tersebut berkelanjutan atau berkekalan. Selama harta tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan sosial niscaya akan memberi faedah kepada pelakunya meski sudah tiada. Oleh sebab itu, anjuran untuk mengeluarkan harta dalam perkara ini memiliki nilai lebih dibanding bentuk sedekah yang lain. Sebab orang yang menerima merasakan manfaat dalam kurun waktu yang tidak singkat.

Sebuah riwayat dari Abu Huraira ra disebutkan bahwa setiap orang yang meninggal akan menyesal bila tidak berbuat baik.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَا مِنْ مَيِّتٍ يَمُوتُ إِلَّا نَدِمَ، قَالُوا: وَمَا نَدَامَتُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟؟ قَالَ: إِنْ كَانَ مُحْسِنًا نَدِمَ أَلَّا يَكُونَ ازْدَادَ وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا نَدِمَ أَلَّا يَكُونَ نَزَعَ

"Tidaklah seseorang meninggal dunia melainkan ia akan menyesal."Para sahabat bertanya, "Apa bentuk penyesalannya, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Jika ia seorang yang berbuat baik, ia menyesal karena tidak menambah amal kebaikannya. Jika ia seorang yang berbuat buruk, ia menyesal karena tidak berhenti (bertaubat) dari keburukannya." (HR. Tirmizi)

Hadis tersebut menjelaskan bahwa setiap orang yang meninggal dunia akan merasakan penyesalan. Orang yang saleh menyesal karena merasa amal kebaikannya masih kurang dan berharap dapat menambahnya. Sebaliknya, orang yang berdosa menyesal karena tidak segera bertaubat dan meninggalkan maksiat ketika masih memiliki kesempatan. Dengan demikian, hadis ini mengajarkan pentingnya memanfaatkan waktu hidup untuk memperbanyak amal saleh dan segera bertaubat, karena setelah kematian tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri.

Allah Subhanahu Waatala berfirman:

﴿حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ۝ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ﴾

"Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan terhadap yang telah aku tinggalkan.' Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu hanyalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. Al-Mukminûn: 99-100)

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kematian adalah akhir dari kesempatan beramal dan awal kehidupan di alam barzakh. Penyesalan terbesar penghuni kubur adalah ketika mereka menyadari bahwa waktu hidup yang diberikan Allah Subhanahu Waatala telah disia-siakan tanpa memperbanyak amal shaleh. Bahkan orang-orang yang shaleh pun menyesal karena merasa belum cukup berbuat kebaikan.

Oleh karena itu, selama masih diberi kesempatan hidup, setiap muslim hendaknya memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah, sedekah, amal kebajikan, serta segera bertaubat dari segala dosa. Sebab setelah kematian tiba, tidak ada lagi kesempatan untuk menambah amal maupun memperbaiki diri, yang tersisa hanyalah penyesalan atas apa yang telah berlalu.***
 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar