Fase-fase Perjalanan Kehidupan Manusia
Ustadz Wandi Bustami Lc MAg
Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg
SEBELUM manusia terlahir ke dunia, terdapat dua alam telah dilalui dan dua alam yang akan dituju. Dua alam pertama ialah alam roh dan alam rahim, sedangkan dua alam kedua adalah alam barzakh dan alam akhirat. Jika diurut dari awal, maka total alam yang dilalui manusia lima yaitu: alam roh, alam rahim, alam dunia, alam barzakh atau kubur dan terakhir alam akhirat. Adapun rincian perjalanan lima alam yang dilalui manusia adalah:
1.Alam Roh
Alam roh (عالم الروح) merupakan alam pertama yang dilalui oleh seluruh manusia. Keberadaan alam ini tidak dapat diketahui dengan logika, satu-satu yang bisa menjelaskan ialah dalil Al-Qur’an.
Allah Subhânahu Wata’âla berfriman:
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,” (QS. al-A’raf [7]: 172).
Izzudin Abdussalam berkata: Allah Subhânahu Wata’âla menciptakan roh di dalam surga sebelum terbentuknya jasad. (Izuddîn Abdussalâm, Tafsîr al-Qurân, 1/511). At-Thabari berkata: Ayat ini merupakan ikrar ketauhidan. (At-Thabari, Jâmiul Bayân fi Takwîlil Qurân, 13/222). Kesaksian yang diikrarkan di alam pertama ini (alam roh) adalah ikrar ketauhidan bahwa tiada Tuhan yang berhak diibadati kecuali Allah Subhânahu Wata’âla.
2.Alam Rahim
Setelah sekian lama roh berada di alam arwah, tiba masanya berpindah ke alam ke dua yaitu alam rahim. Alam rahim berbeda dari alam roh. Rentang waktu keberadaan manusia di alam ini pada umumnya 9 bulan 10 hari, memang ada sebagian yang kurang daripada itu dan ada pula yang lebih. Ketika rangka anggota tubuh manusia telah sempurna, Allah Subhânahu Wata’âla tiupkan roh ke dalam tubuh mungil tersebut sehingga dengan demikian, wujudlah manusia utuh dari perpaduan antara jasad dan roh. Jasad menjadi wadah bagi roh. Proses kejadian manusia dari waktu ke waktu terekam dengan baik di dalam sabda baginda Rasulullah saw.
Rasullah shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Sesungguhnya penciptaan kalian dikumpulkan dalam rahim ibu, selama empat puluh hari berupa nutfah (sperma), lalu menjadi alaqah (segumpal darah) selama itu pula, lalumenjadi mudhghah (segumpal daging) selama itu pula. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh dan mencatat empat perkara yang telah ditentukan, yaitu rezeki, ajal, amal dan sengsara atau bahagia. (HR. Bukhari dan Muslim).
Secara gamblang Al-Quran juga menceritakan proses kejadian manusia di mana dimulai dari setetes air, berubah menjadi daging, lalu menjadi tulang belulang kemudian dibungkus daging. Al-Qur’an yang mulia mengkonfirmasi hal tersebut dengan menjelaskan tiga proses kejadian manusia.
Allah Subhânahu Wata’âla berfirman:
يَخْلُقُكُمْ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ خَلْقًا مِّنْۢ بَعْدِ خَلْقٍ فِيْ ظُلُمٰتٍ ثَلٰثٍۗ ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ فَاَنّٰى تُصْرَفُوْنَ ٦
Dia menciptakanmu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pemilik kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia. Mengapa kamu dapat berpaling (dari kebenaran)?(QS. Az-Zumar [39]: 6).
Makna tiga kegelapan pada ayat ini berarti kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim. (Ibnu Abbas, Tanwîr al-Miqbâs, 1/386). Seluk beluk yang berlaku di alam Rahim terdapat dalam pengetahuan Allah Subhânahu Wata’âla, tidak satu pun yang kurang atau lebih kecuali telah tertulis di dalam ketetapan-Nya.
3.Alam Dunia
Perumpamaan alam dunia seperti sebuah permaianan yang ia akan berakhir dengan kemenangan atau kekalahan. Orang yang menang mereka yang beramal untuk hari akhiratnya, sedangkan orang yang kalah mereka yang berbuat hanya untuk dunianya. Dalam menjalani kehidupan di dunia, banyak godaan yang datang silih berganti. Godaan itu berbanding luruh dengan keimanan di dada. Apabila iman kuat maka godaan semakin banyak dan jika lemah maka godaan dan cobaan pun tidak berlalu berat.
Allah Subhânahu Wata’âla berfirman:
﴿ وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ەۙ لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗوَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى ١٣١ ﴾
Janganlah sekali-kali engkau tujukan pandangan matamu pada kenikmatan yang telah Kami anugerahkan kepada beberapa golongan dari mereka (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal. (QS. Thaha [20]: 131)
Kehidupan dunia diibaratkan seperti bunga yang menyilaukan padangan mata. (Ibnu Abbas, Tanwîrul Miqbâs fi Tafsîr Ibni Abbâs, hlm 268).
4.Alam Barzakh
Kehidupan zlam barzakh menjadi penentu pada kehidupan alam akhirat, jika seseorang selamat, maka di akhirat pun akan selamat. Dan seandainya senggara di alam barzakh maka di akhirat pun akan senggara.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
عَنْ هَانِئٍ مَوْلَى عُثْمَانَ قَالَ: قَالَ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: « إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الآخِرَةِ، فَمَنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ، وَمَنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ »
Dari Hani’ maula Ustman berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Alam kubur adalah awal perjalanan akhirat, barang siapa yang berhasil di alam kubur, maka setelahnya lebih mudah. Barang siapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih berat. (HR. Abu Daud).
Orang-orang yang kurang bekal menghadap Allah swt menyesal dan ingin hidup kembali ke dunia ini.
Allah Subhânahu Wata’âla berfirman:
حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ ۙ لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّا ۗاِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat beramal saleh yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Di hadapan mereka ada (alam) barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan. (QS. Al-Mukminun [23]: 99-100).
Keberadaan manusia di alam barzakh terbagi kepada dua: pertama kehidupan yang bahagia dan kehidupan yang sengsara. Roh-roh orang beriman mendapatkan nikmat-nikmat kubur, dan roh-roh orang kafir ditimpakan azab sampai kiamat tiba.
5.Alam Akhirat
Alam akhirat merupakan alam terakhir, tidak ada kehidupan sesudahnya. Manusia akan kekal selama-lamanya di sana. Akhir dari perjalanan akhirat adalah surga atau neraka. Orang-orang kafir kembalinya ke neraka, sedangkan orang-orang beriman tempat kembali surga.
Allah Subhânahu Waatala berfirman:
﴿ وَسِيْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى جَهَنَّمَ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا فُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَتْلُوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَا ۗقَالُوْا بَلٰى وَلٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ قِيْلَ ادْخُلُوْٓا اَبْوَابَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۚفَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ ﴾
Orang-orang yang kufur digiring ke (neraka) Jahanam secara berombongan sehingga apabila mereka telah sampai di sana, pintu-pintunya dibuka dan para penjaganya berkata kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu pertemuan (dengan) harimu ini?” Mereka menjawab, “Benar, (telah datang para rasul).” Akan tetapi, ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir. Dikatakan (kepada mereka), “Masuklah pintu-pintu (neraka) Jahanam (untuk tinggal) di dalamnya selama-lamanya!” Maka, (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang takabur. (QS. Az-Zumar [39]: 71-72)
Allah Subhânahu Waatala berfirman:
﴿ وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ ﴾
Orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan sehingga apabila mereka telah sampai di sana dan pintu-pintunya telah dibuka, para penjaganya berkata kepada mereka, “Salāmun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu), berbahagialah kamu. Maka, masuklah ke dalamnya (untuk tinggal) selama-lamanya!” (QS. Az-Zumar [39]: 73)
Perjalanan kehidupan manusia menurut ajaran Islam berlangsung melalui lima alam, yaitu alam roh, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, dan alam akhirat.
Alam roh merupakan tempat pengakuan fitrah manusia terhadap keesaan Allah Subhanahu Waatala, alam rahim menjadi fase penciptaan dan peniupan roh, sedangkan alam dunia adalah tempat ujian untuk menentukan kebahagiaan atau kesengsaraan di akhirat. Setelah kematian, manusia memasuki alam barzakh sebagai masa penantian sekaligus awal balasan atas amal perbuatannya. Puncak perjalanan adalah alam akhirat, tempat manusia memperoleh balasan yang kekal berupa surga bagi orang-orang beriman dan bertakwa, atau neraka bagi mereka yang ingkar. Dengan demikian, kehidupan dunia hanyalah satu fase sementara yang menentukan nasib manusia dalam kehidupan yang abadi.***

Tulis Komentar