Persiapan Musorprov IPSI Kepri Diwarnai Ketidakpastian Delegasi dari Natuna
Sekum Pengkab IPSI Natuna Safar
BATAM--(KIBLATRIAU.COM)-- Menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) VI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kepulauan Riau yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 26 Juli 2026, di Batam, muncul persoalan terkait keikutsertaan peserta dari Kabupaten Natuna.
Hingga menjelang pelaksanaan Musorprov, delegasi dari IPSI Kabupaten Natuna dikabarkan belum menetapkan secara resmi siapa yang akan menjadi peserta atau perwakilan dalam forum musyawarah tersebut.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengingat Musorprov merupakan agenda penting untuk memilih Ketua Umum Pengprov IPSI Kepri periode 2026–2030 serta menyusun program kerja organisasi ke depan.
Sejumlah pihak berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan, sehingga seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau dapat mengikuti Musorprov secara penuh sesuai ketentuan organisasi. Kehadiran seluruh peserta dinilai penting agar setiap keputusan yang dihasilkan mencerminkan partisipasi seluruh anggota IPSI di Kepri.
Sementara itu, panitia pelaksana tetap melanjutkan persiapan Musorprov sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Forum ini sebelumnya telah dipersiapkan melalui Rakerprov II IPSI Kepri yang membahas konsolidasi organisasi dan agenda Musorprov.
Sekum Pengkab IPSI Natuna Safar ketika ditemui, Kiblatriau.Com Sabtu (25/07/26) di penginapan Wisma Haji Batam, menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan Musprov ini sudah sering minta diadakan rapat untuk penentuan peserta tapi tidak pernah dilaksanakan.
Sampai saat ini H - 1 pelaksanaan belum juga ada kepastiannya, sedangkan sesuai ketentuan dari Panpel Musprov peserta adalah Ketua dan Sekum. Hal ini, akan menimbulkan konflik saat pelaksanaan Musprov.
Ketua Pengkab IPSI Natuna Anto Harahap ketika dihubungi belum bisa dapat konfirmasi saat berita ini diterbitkan.
Seorang tokoh Silat Kepri enggan namanya ditulis sangat menyesalkan kejadian ini,.seharusnya kalau sudah di organisasi IPSI itu ego perguruan dikesampingkan dulu.
"Karena kita di IPSI itu harus bisa berbuat yang terbaik demi kemajuan Pencaksilat. Jangan ego sendiri dikemukakan, karena musyawarah dan mufakat yang lebih baik," terangnya.
Di sisi lain terjadinya ketidak harmonisan itu adalah diduga salah satunya menurut sumber itu, pilihan mereka berdua berbeda untuk penentuan calon ketua yang akan diusung dan perguruan mereka juga berbeda.(Syamsir.S/Salim)

Tulis Komentar