Resahkan Pelaku UMKM

Debu Masuk Rumah, Warga Minta Kontraktor Pembangunan Jalan Pemda Senilai Rp 9,45 Miliar Tingkatkan Intensitas Penyiraman

Pembangunan Jalan Pemda menganggu kenyamanan warga

PELALAWAN--(KIBLATRIAU.COM)-- Pembangunan dan penimbunan Jalan Pemda, senilai Rp9,45 Miliar di Kota Pangkalan Kerinci, Kabulaten Pelalawan yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat, kini justru memunculkan persoalan baru bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi pekerjaan.

Setiap kali kendaraan melintas, debu dari material timbunan beterbangan ke udara. Debu halus itu tidak hanya meresahkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tapi kini sudah masuk hingga ke dalam rumah warga.

Warga mengaku harus lebih sering membersihkan rumah. Lantai, meja, kursi hingga perabotan yang sebelumnya bersih, kembali dipenuhi debu dalam waktu singkat.

“Kalau kendaraan banyak melintas, debunya luar biasa. Kadang pintu dan jendela sudah ditutup, tapi debu tetap masuk,” ungkap salah seorang warga di sekitar Jalan Pemda yang ditemui, Selasa (8/9/2026).

Kondisi tersebut semakin terasa saat cuaca panas dan tidak turun hujan. Material timbunan yang berada di badan jalan menjadi kering, kemudian beterbangan ketika dilintasi kendaraan.

Tidak sedikit warga yang berharap pekerjaan pembangunan jalan tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat di sekitarnya. Mereka memahami bahwa pembangunan membutuhkan proses dan masyarakat harus bersabar menghadapi kondisi jalan yang belum selesai.

"Debunya sangat menganggu, lihat aja jualan makan harus ditutupi plastik. Hingga usaha kami kena imbas dan pembeli jadi sepi," ujar Rido dengan nada kesal.

Untuk itu warga meminta agar pihak pelaksana proyek dapat memaksimalkan penyiraman jalan, terutama pada jam-jam kendaraan banyak melintas

“Pembangunan silakan berjalan, kami mendukung. Tapi penyiraman jalan juga harus diperhatikan. Jangan sampai warga setiap hari harus makan debu,” keluh warga lainnya.

Menurut warga, penyiraman memang perlu dilakukan secara rutin dan lebih maksimal agar debu tidak terus beterbangan, berimbas pada UMKM yang berjualan makanan dan minuman, hingga masuk ke dalam rumah.

Terlebih, aktivitas masyarakat di sepanjang jalan tersebut tetap berlangsung seperti biasa.
Bagi sebagian warga yang menjalankan usaha makanan dan minuman di sekitar lokasi, debu juga menjadi persoalan tersendiri.

Mereka khawatir debu yang beterbangan dapat mengganggu kenyamanan pelanggan dan berdampak terhadap usaha.Ditambah lagi kondisi kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih melanda Kabupaten Pelalawan.

Di tengah harapan akan jalan yang lebih baik, warga berharap pelaksanaan proyek dengan nilai kontrak Rp 9,456,530,789,- yang bersumber dari APBD Pelalawan 2026, dikerjakan PT Trifa Abadi, dapat berjalan seiring dengan perhatian terhadap lingkungan sekitar.

Pembangunan memang membawa harapan baru, namun kenyamanan masyarakat selama proses pembangunan juga tidak boleh diabaikan.
Warga pun berharap pihak terkait dan kontraktor pelaksana dapat segera mengambil langkah dengan meningkatkan intensitas penyiraman.

Maka warga yang sudah tidak tahan termakan debu, harus melakukan penyiraman sendiri, dan memberi pematas di tengah jalan. Untuk mencegah pengendara melaju dengan kencang di lokasi penimbunan tersebut.

"Kalau tidak disiram rutin, panas terik debu makin parah. Jadi kami terpaksa turun tangan menyiramnya. Biar orang tak ngebut membawa kendaraan kami letakan tanda di tengah jalan," ucapnya dengan nada kesal.

Untuk itu kembali diminta kontraktor dan Pemda Pelalawan melalui Dinas PUPR Pelalawan menurunkan mobil tangki air  lebih rutin menyiram ruas jalan yang sedang dalam tahap penimbunan, khususnya ketika cuaca panas dan aktivitas kendaraan meningkat.

“Jangan menunggu debunya parah baru disiram. Kami hanya minta penyiraman dimaksimalkan supaya debu tidak masuk ke rumah,” harap warga lagi.

Masyarakat berharap pembangunan Jalan Pemda dapat segera rampung untuk dilakukan pengaspalan dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Namun sebelum jalan tersebut selesai dan mulus dilalui, mereka meminta satu hal sederhana, maksimalkan penyiraman, agar warga tidak terus hidup dalam kepulan debu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan, Irham Nisbar, ST, MT, ketika dikonfirmasi via ponselnya langsung merespon dengan baik atas keluhan warga tersebut dan langsung menurunkan mobil truk melakukan penyiraman.

"Makasih infonya, kita evaluasi lagi waktu penyiraman untuk di tambahkan volume penyiramannya," tulis Kadis PUPR Pelalawan. Seraya mengirimkan foto bukti telah melakukan penyiraman di penimbunan jalan berdebu tersebut, dengan menurunkan mobil truk tangki, merespon keluhan warga.

Sementara pihak kontraktor dari PT Tripa Abadi  hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi. (Sa)

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar