7 Amalan yang Tidak Pernah Ditinggalkan Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi doa
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Nabi Muhammad SAW merupakan sosok teladan utama bagi umat Islam. Setiap perkataan dan perilakunya mencerminkan kemuliaan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk hidup sesuai dengan apa yang telah dituntunkan oleh Rasulullah SAW. Semasa hidupnya, beliau selalu taat dan istikamah dalam menjalankan perintah dan seruan Allah SWT, sekalipun dalam keadaan sibuk maupun sakit.Berikut adalah amalan-amalan yang senantiasa dikerjakan dan tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW.
Amalan yang Tidak Pernah Ditinggalkan Rasulullah Semasa Hidupnya
1. Salat Sunah Qobliyah Subuh
Amalan pertama yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW adalah salat sunah rawatib qobliyah Subuh. Salat ini terdiri atas dua rakaat yang dilaksanakan sebelum waktu salat Subuh.Melansir dari buku Keutamaan 19 Shalat Sunah oleh MHD. Yunus, diriwayatkan dalam sebuah hadits, dikisahkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan salat sunah qobliyah Subuh."Dari semua salat sunah, tak ada salat sunah yang paling beliau jaga, seperti halnya Rasulullah SAW menjaga untuk tidak meninggalkan dua rakaat salat fajar atau dua rakaat salat sunah rawatib qobliyah subuh." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Puasa Ayyamul Bidh
Selanjutnya, Rasulullah SAW juga tidak pernah meninggalkan amalan puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini dikerjakan setiap pertengahan bulan, yakni setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.Menukil dari buku Bid'ah-bid'ah yang Dianggap Sunnah karya Muhammad 'Abdus-salam Khadr asy-Syaqiry, Ahmad (bin Hanbal) dan Nasa'i meriwayatkan hadits secara marfu' yang datangnya langsung dari Rasulullah SAW sebagai berikut.''Empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah: Puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Zulhijah, tiga hari setiap bulan (Puasa Ayyamul Bidh), dan (salat sunah rawatib qobliyah) dua rakaat sebelum Subuh." (HR. Ahmad dan Nasa'i)
3. Puasa 10 Hari pada Bulan Zulhijah
Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, puasa sepuluh hari pada bulan Zulhijah juga menjadi satu dari sekian amalan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Mengutip buku 12 Bulan Mulia Amalan Sepanjang Tahun karya Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Tiada suatu hari pun yang lebih disukai Allah untuk beribadah pada hari itu daripada sepuluh hari pertama Zulhijah. Puasa yang dilakukan pada kesepuluh hari itu menyamai puasa setahun. Salat pada setiap malamnya sama dengan melakukan salat pada malam Lailatul Qadar." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).
4. Puasa Asyura
Puasa Asyura merupakan puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharam. Disebutkan dalam buku Sunnah-sunnah Rasul yang Wajib Kamu Tahu oleh Retno Dwi Ningsih, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan amalan Puasa Asyura, begitu pula dengan para sahabat beliau.
Namun, beberapa riwayat mengatakan bahwa Rasulullah SAW tidak lagi berpuasa Asyura setelah puasa Ramadan diwajibkan pada tahun kedua setelah beliau hijrah. Meski demikian, sebagian sahabat Rasul, seperti Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, dan Ibnu Abbas tetap mengerjakan puasa Asyura dan menganggapnya mustahab (dianjurkan).
5. Salat Witir
Salat Witir hukumnya sunah muakkad, yang berarti amalan sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Disadur dari buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet oleh Ibnu Watiniyah, anjuran ini berdasar pada hadits dari Abu Ayyub al-Anshari RA yang berkata bahwa Rasulullah bersabda:
"Witir adalah hak atas setiap muslim. Barang siapa suka mengerjakan salat Witir tiga rakaat, hendaknya dia mengerjakannya, dan barang siapa mengerjakan salat Witir satu rakaat, hendaknya ia mengerjakannya." (HR. Tirmidzi)
Adapun riwayat lainnya, dari Ali bin Abi Thalib RA, ia berkata, "Witir tidaklah wajib sebagaimana salat fardu. Namun, ia adalah sunah yang ditetapkan oleh Rasulullah." (HR. Tirmidzi)
Salat witir tidaklah wajib, melainkan sunah yang sangat ditekankan. Oleh karenanya, Rasulullah SAW dikisahkan tidak pernah meninggalkan salat Witir, baik ketika berada di rumahnya maupun sedang bepergian.
6. Salat Berjemaah
Amalan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya adalah salat berjemaah. Dikisahkan dalam buku Guru yang Berhati Guru karya Najib Sulhan, salat berjemaah dijadikan sebagai tolak ukur untuk menentukan keimanan dan kemunafikan seseorang pada zaman Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan salat berjemaah di masjid, bahkan ketika menjelang wafatnya. Meski beberapa kali pingsan, Rasulullah SAW tetap mengusahakan pergi ke masjid untuk salat berjemaah.
Mengutip buku Rahasia Superdahsyat dalam Sabar Salat oleh Amirulloh Syarbini dan Novi Hidayati Afsari, para ulama menetapkan salat berjemaah hukumnya sunah muakkad, bahkan sebagian mewajibkan.
7. Salat Dhuha
Selanjutnya, salat Dhuha juga disebut sebagai amalan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Melansir dari buku Fikih 4 karya Siti Khomisil Fatatil Aqillah dan Kiki Rejeki, beliau selalu mengerjakan salat Dhuha baik dalam keadaan susah maupun senang. Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan umatnya untuk turut mengamalkannya lantaran salat Dhuha memiliki banyak keutamaan.Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang membiasakan (menjaga salat Dhuha), maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." (HR. Ibnu Majah). (Net/Hen)

Tulis Komentar