Berpegang Teguh kepada Alquran

Tolak Doktrin Penguasa, Imam Ahmad bin Hanbal Disiksa

Ilustrasi Imam Ahmad bin Hanbal.

JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Imam Ahmad bin Hanbal harus menghadapi serangkaian penderitaan dahsyat, dipenjara hingga disiksa karena berpegang teguh pada pendiriannya dalam mempertahankan Al-Qur'an. Dia enggan mengakui doktrin yang dipaksakan oleh khalifah saat itu.Kisah bermula saat muncul paham pengikut mazhab Mu'tazilah yang menyebut bahwa Al-Qur'an adalah makhluk. Diceritakan dalam Biografi 4 Imam Mazhab oleh Zulkifli Mohamad Al-Bakri, seorang pembesar Kekhalifahan Abbasiyah yang bernama Ahmad bin Abu Du'ad al-Mu'tazili menyalakan api perpecahan di kalangan umat Islam pada 218 Hijriah. Dia mewujudkan fitnah atau tuduhan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk. Semua ulama dipaksa mengakui akidah tersebut.

Khalifah al-Ma'mun yang memimpin Abbasiyah kala itu memerintahkan Gubernur Bagdad Ishaq bin Ibrahim al-Khuza'i untuk menguji semua ulama pada zaman tersebut. Banyak di antara mereka takut dan tunduk pada kekuasaan diktator sang khalifah, tetapi Imam Ahmad enggan mendukung pendapat itu.Imam Ahmad menolak mengakui bahwa Al-Qur'an adalah makhluk. Dia berpegang teguh pada keyakinannya bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah SWT, dan kalam adalah salah satu dari sifat-sifat-Nya."Al-Qur'an itu kalam Allah, aku tidak akan tambah selain ini," kata Imam Ahmad kepada Gubernur Bagdad.

Menurut Imam Ahmad, seperti dikatakan dalam Kitab Terlengkap Biografi Empat Imam Mazhab oleh Rizem Aizid, Al-Qur'an itu tidak diciptakan sehingga dia enggan membahas status Al-Qur'an terus-menerus.Imam Ahmad diuji tiga kali, tapi beliau tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Beliau lantas diikat di atas unta dan dibawa menghadap al-Ma'mun. Imam Ahmad berdoa agar tak dipertemukan dengan Khalifah al-Ma'mun.Khalifah al-Ma'mun kala itu tengah keluar karena peperangan. Tiba-tiba, dia jatuh sakit selama berada di Tarsus. Belum sempat bertemu dengan Imam Ahmad, dia lebih dulu menghembuskan napas terakhirnya.

Dalam al-Bidayah wa al-Nihayah dikatakan, Imam Ahmad dipulangkan ke Bagdad dan dipenjara selama seminggu sembari menunggu hukuman.Sepeninggalan al-Ma'mun, kekhalifahan diambil alih oleh al-Mu'tasim. Imam Ahmad kemudian dibawa ke istana untuk berdebat dengan ulama Mu'tazilah di hadapan al-Mu'tasim. Mereka mencoba memaksa Imam Ahmad mengakui Al-Qur'an adalah makhluk, tapi lagi-lagi beliau tetap teguh pada pendiriannya.Ibnu Al-Jauzi dalam Manāqib al-Imām Aḥmad ibn Ḥanbal mengatakan karena enggan tunduk, Imam Ahmad kemudian diikat dan disiksa berkali-kali di hadapan khalifah. Meski menahan sakitnya pukulan kuat, jawabannya tidak berubah sedikit pun, “Al-Qur'an adalah kalam Allah, bukan makhluk.”Imam Ahmad terus dipenjara dan berada di bawah pengawasan ketat. Setelah fitnah reda, tepatnya pada masa Khalifah al-Mutawakkil, Imam Ahmad dibebaskan dan dimuliakan. Keteguhannya menjadikan beliau simbol ketabahan dan kebenaran akidah Ahlus Sunnah.(Net/Hen)
 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar