Ekonomi Riau Triwulan III-2026 Tumbuh 4,65 Persen, IPM dan Penyerapan Tenaga Kerja Tunjukkan Tren Positif
Pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau saat melakukan ekpos, Kamis (5/11/2026)
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Saat ini, perekonomian Provinsi Riau pada triwulan III-2026 kembali menorehkan rapor positif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,65 persen secara y-on-y (tahun ke tahun). Di tengah dinamika global yang menantang, roda perekonomian Bumi Lancang Kuning terus berputar baik didorong oleh kuatnya kinerja ekspor luar negeri serta konsumsi rumah tangga.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau pada Kamis 5 November 2026, ekonomi Riau pada triwulan III-2026 juga tercatat tumbuh sebesar 3,45 persen jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q). Sementara itu, akumulasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau hingga triwulan III-2026 telah mencapai 4,76 persen (c-to-c). Terlebih lagi, dihitung tanpa melibatkan sektor minyak dan gas (migas), pertumbuhan ekonomi Riau bahkan melesat lebih tinggi di angka 5,22 persen (y-on-y), meski sedikit melambat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 5,54 persen.
Dari sisi produksi, lapangan usaha Jasa Perusahaan menjadi bintang utama yang melaju paling kencang dengan pertumbuhan mencapai 14,60 persen, disusul oleh jasa lainnya sebesar 13,46 persen serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,47 persen. Sektor-sektor tradisional yang menjadi tulang punggung daerah seperti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Industri
Pengolahan masing-masing turut tumbuh 3,83 persen dan 5,59 persen. Sementara itu, sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi sebesar 0,26 persen. Di sisi pengeluaran, denyut nadi ekonomi digerakkan secara dominan oleh Ekspor Luar Negeri yang melonjak 9,19 persen dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang tumbuh 4,62 persen, serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang naik 4,15 persen.
Secara spasial, Riau membuktikan diri sebagai raksasa ekonomi regional dengan posisinya sebagai penyumbang PDRB terbesar keenam secara nasional atau yang terbesar kedua di luar Pulau Jawa setelah Sumatera Utara, serta menyumbang 23,43 persen bagi perekonomian regional Sumatra.
Selain pertumbuhan ekonomi yang kokoh, angin segar turut berhembus dari sektor pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Riau pada tahun 2026 sukses menyentuh angka 76,91, merangkak naik sebesar 0,60 poin atau 0,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 76,31. Peningkatan kualitas hidup ini tercermin dari berbagai dimensi pembentuknya; pada dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup penduduk Riau mencapai 74,97 tahun. Dari dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah tercatat di angka 13,45 tahun dengan rata-rata lama sekolah mencapai 9,56 tahun.
Sementara itu, dari sisi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita disesuaikan menembus angka Rp12,814 juta per tahun. Dengan capaian tersebut, IPM Riau tahun 2026 berada dalam kategori "tinggi" dan menduduki peringkat keempat tertinggi di seluruh Pulau Sumatra, bahkan sukses melampaui angka rata-rata IPM nasional yang berada di level 76,59.
Kabar baik turut melengkapi sektor ketenagakerjaan di Provinsi Riau. Pada Agustus 2026, jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 3,39 juta orang, bertambah sekitar 40,34 ribu orang dibanding periode yang sama tahun lalu. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Riau pada Agustus 2026 melunak ke angka 4,12 persen, turun tipis 0,04 persen poin dari Agustus 2025 yang tercatat sebesar 4,16 persen dari total angkatan kerja sebanyak 3,39 juta orang. Lapangan pekerjaan di Riau masih didominasi oleh sektor Pertanian yang menyerap 36,22 persen tenaga kerja, diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 16,72 persen, serta Industri sebesar 8,32 persen.
Pergeseran positif juga terlihat dari peningkatan jumlah pekerja di sektor formal yang naik dari 1,54 juta orang menjadi 1,57 juta orang, serta pekerja informal yang turut meningkat dari 1,67 juta orang menjadi 1,69 juta orang. Dari total penduduk yang bekerja, proporsi pekerja penuh waktu tercatat sebesar 64,12 persen, pekerja paruh waktu 26,33 persen dan setengah pengangguran sebesar 9,55 persen.
Dalam ekpos ini, Achmad Sobari, S.S.T., S.E., M.Si. selaku Staistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Riau memaparkan tentang Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia. Sementara itu, Emilia Dharmayanthi, SST., M.Si. selaku Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Riau memaparkan Keadaan Ketenagakerjaan.(RK)

Tulis Komentar