Ada Jemaah yang Jual Sawah ke Haji

Penjual Tempe Naik Haji, Setiap Hari Menabung Rp100

Ilustrasi Kabah

JATENG--(KIBLATRIAU.COM)-- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas kloter pertama jemaah haji asal Kabupaten Grobogan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa (23/5). Turut mendampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen.Namun, di balik itu, ada cerita haru yang disampaikan oleh sejumlah jemaah calon haji, saat Ganjar berdialog menjelang pelepasan. Salah satunya adalah calon jemaah yang berprofesi sebagai penjual tempe.''Mereka tadi saya ajak dialog. Ada yang mengharukan ya. Ada penjual tempe tuh, yang setiap hari nabung Rp100. Terus kemudian yang lebih dikit, tambah lagi," ujarnya.Terus kemudian, lanjut Ganjar, ada jemaah calon haji yang harus menjual sawahnya untuk beribadah ke Tanah Suci.

"Ada yang saking semangatnya, sawahnya dijual. Jadi betapa niatnya mereka, tulusnya mereka untuk beribadah," ujarnya.Ganjar pun meminta masyarakat untuk ikut mendoakan agar ibadah mereka lancar serta menjadi haji yang mabrur, aman hingga kembali pulang ke tanah air."Kita mengantarkan mereka ya. Karena sudah ada beberapa yang tertunda. Rata-rata kan mereka sekitar 11-12 tahun menunggu. Dan hari ini mereka merasa, inilah ibadah yang akan mereka lakukan dengan gembira, dengan senang," ungkapnya.Dia juga berpesan kepada jemaah calon haji agar terus menjaga kesehatan, berkomunikasi dengan pendamping serta tidak sungkan untuk menanyakan jika ada hal penting yang belum diketahui."Itu bagi yang belum pernah ke sana. Biar tidak tersesat, tidak tahu hotelnya, transportasinya yang mana,'' tuturnya.(Net/Hen)


Berita Lainnya...

Tulis Komentar