Difokuskan dalam Tiga Sistem

Program Ketahanan Pangan di Desa Belanta Raya dapat Perhatian Besar dan Bergerak lebih Terstruktur

Program ketahanan pangan di Desa Belanta Raya, Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil tahun 2025 menjadi salah satu kegiatan desa yang mendapat perhatian besar dari masyarakat.

INHIL--(KIBLATRIAU.COM)--
Program ketahanan pangan di Desa Belanta Raya, Kecamatan Gaung, Kabupaten  Inhil tahun 2025 menjadi salah satu kegiatan desa yang mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Desa yang selama ini bertumpu pada pertanian lahan kering dan akses sungai, kini mencoba bergerak lebih terstruktur melalui pengelolaan BUMDes. Kepala Desa Hasbulah, S.H., saat dikonfirmasi kiblatriau.com, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan ketahanan pangan tahun ini memang dirancang lebih fokus dan melibatkan banyak unsur agar hasilnya dapat dirasakan nyata oleh warga.

Hasbulah memaparkan bahwa program ketahanan pangan tahun 2025 difokuskan pada tiga sistem yang disesuaikan dengan kondisi geografis desa serta kebutuhan ekonomi masyarakat.

Untuk yang pertama penanaman jagung, yang dilaksanakan di lahan seluas dua hektare. Menurutnya, jagung dipilih karena menjadi komoditas yang relatif tahan cuaca, mudah dipasarkan dan memiliki siklus panen yang cepat. “Lahan sudah mulai digarap dan kelompok sudah berjalan,” terangnya

Sistem kedua adalah penanaman pisang, yang juga dialokasikan di lahan dua hektare. Program ini disiapkan untuk membuka ruang bagi masyarakat dalam memanfaatkan potensi lahan yang selama ini belum tergarap maksimal. Pisang dinilai memiliki nilai jual yang lebih stabil dan dapat dipanen berkelanjutan.

Sistem ketiga kata Hasbulah pengembangan ternak kambing yang dikelola oleh BUMDes. Puluhan ekor kambing telah disiapkan sebagai modal awal untuk dikembangkan menjadi aset produktif. Kambing-kambing ini direncanakan menjadi unit usaha yang dapat membantu pendapatan desa sekaligus menjadi cadangan ekonomi bagi warga.

Pelaksanaan program tidak berjalan sendirian. Camat Gaung, Fauziah, SKM., M.K.M., turun langsung ke lokasi penanaman dan kandang pengembangan ternak. Kehadirannya sebagai bentuk pengawasan sekaligus dukungan agar kegiatan berjalan tepat prosedur. Sinergi ini berlanjut dengan hadirnya unsur TNI, yaitu Danpos Koramil Sersan Mayor Tota Simbolon dan Babinsa Sertu Rudihartono, yang ikut mengawasi dan memastikan kegiatan berlangsung aman. Dari pihak kepolisian, Bhabinkamtibmas Aiptu Edi S. Bangun turut mendampingi dan membantu penguatan koordinasi di lapangan.

Keterlibatan aparat dan pemerintah kecamatan ini memberi warna baru dalam pelaksanaan ketahanan pangan di Belanta Raya. Bagi masyarakat, kehadiran banyak unsur di lapangan memberi rasa tenang sekaligus memastikan bahwa anggaran dan kegiatan benar-benar digunakan untuk kepentingan desa.

Salah satu warga yang ditemui awak media menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tahun ini. “Untuk ketahanan pangan tahun 2025 ini memang lebih terarah. Yang memantau bukan hanya masyarakat, tapi pihak kepolisian, TNI, dan camat juga turun langsung ke lokasi,” ungkapnya.


Menurutnya, suasana lapangan terasa lebih tertib dan koordinatif dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hasbulah berharap bahwa program ketahanan pangan tahun ini tidak hanya menjadi laporan administrasi, tetapi membawa perubahan nyata. Ia meyakini bahwa jika tiga sistem ini berjalan maksimal, maka Desa Belanta Raya dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakatnya.
“Kita ingin hasilnya kembali kepada masyarakat. BUMDes mengelola, pemerintah desa mendampingi, dan seluruh unsur ikut mengawal. Ini kerja bersama,” tuturnya.

Dengan pelaksanaan yang terstruktur, pengawasan yang ketat, serta keterlibatan aktif masyarakat, program ketahanan pangan Desa Belanta Raya 2025 diharapkan menjadi pondasi kuat bagi pembangunan ekonomi desa yang lebih berkelanjutan.(Anton)

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar