Periode 2025–2028

Riki Sanjaya Ditetapkan Sebagai Ketua FWKI Inhil

Dalam agenda internal yang berlangsung hangat, Riki Sanjaya yang akrab disapa Raja ditetapkan secara sah sebagai Ketua FKWI Kabupaten Indragiri Hilir periode 2025–2028.

INHIL--(KIBLATRIAU.COM)-- Saat ini, Indragiri Hilir kembali merasakan denyut organisasi pers yang lama sempat meredup. Forum Komunikasi Wartawan Indonesia (FKWI) Inhil kini resmi bergerak kembali setelah pengesahan struktural dan legalitas organisasi rampung.


Dalam agenda internal yang berlangsung hangat, Riki Sanjaya yang akrab disapa Raja ditetapkan secara sah sebagai Ketua FKWI Kabupaten Indragiri Hilir periode 2025–2028.

Legalitas organisasi telah dinyatakan lengkap dengan akta notaris serta pengesahan Kemenkumham, menandai bahwa FKWI kembali berdiri dengan pijakan hukum yang jelas.

Andang Juliyantoro, wartawan senior sekaligus pendiri FKWI, tampil memberikan pernyataan tegas terkait legitimasi kepengurusan. Ia menekankan bahwa penetapan Riki Sanjaya sebagai ketua tidak lagi menyisakan ruang keraguan.

"Raja Riki Sanjaya sah menjadi ketua untuk periode 2025–2028, semuanya sudah sah secara hukum, lengkap sesuai akta notaris dan Menkumham. FKWI ini kita mulai dari awal,” ujarnya, Ahad (30/11/2025) seolah membuka kembali buku lama organisasi lalu menuliskan halaman baru dengan tinta yang lebih rapi.

Sejumlah wartawan senior juga memberikan suara dan arahan penting dalam forum tersebut. Di antaranya: Indra Saputra, Andre Suai, Arsad Jannes Hutagalung, hingga Kabiro KPK Tipikor Inhil. Mereka menyampaikan empat poin utama yang menjadi pekerjaan mendesak bagi ketua dan jajaran FKWI:

1. Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah penerbitan KTA untuk seluruh anggota, agar struktur keanggotaan memiliki kejelasan dan tertib administrasi.

2. Menentukan susunan kepengurusan yang terukur dan transparan, sehingga organisasi tidak berjalan dengan pola spontanitas, melainkan berpijak pada struktur resmi.

3. Merangkul seluruh organisasi wartawan yang ada di Indragiri Hilir. Para senior mengingatkan bahwa FKWI adalah organisasi pers tertua di Inhil, sehingga harus berdiri sebagai rumah yang luas, bukan tembok pemisah.

4. Pemeliharaan kantor dan penataan ruang sekretariat, agar kantor FKWI kembali hidup, menjadi pusat kegiatan, diskusi, hingga ruang pelatihan bagi jurnalis.


Di tengah berbagai arahan tersebut, Riki Sanjaya sendiri memberikan pernyataan terbuka yang menunjukkan watak kepemimpinan yang ingin tumbuh bersama, bukan berdiri sendiri. Dengan nada tenang, ia berkata:

“Saya butuh saran, pendapat dari senior-senior dalam menjalankan amanah ini. Bahkan saya butuh teguran bila nanti ada langkah saya yang keliru dalam menjalankan tugas sebagai ketua FKWI.  Silahkan tegur saya maklum, saya masih baru dan masih muda," terangnya.

Pernyataan itu disambut positif oleh para senior yang hadir, yang melihat bahwa FKWI Inhil berpotensi kembali pada marwahnya sebagai organisasi pers yang inklusif, tertata, dan terbuka terhadap evaluasi. Suasana forum berjalan tanpa ketegangan—lebih seperti organisasi tua yang kembali merapikan arsip lamanya dan bersiap memulai perjalanan baru dengan langkah lebih mantap.

Kepengurusan FKWI 2025–2028 diharapkan menjadi babak penataan kembali, menghadirkan kegiatan edukasi jurnalistik, pembangunan jaringan kolaborasi, serta memperkuat fungsi kontrol sosial di Kabupaten Indragiri Hilir.

Dengan semangat baru ini, FKWI Inhil bukan sekadar kembali hidup, tetapi mulai menyusun ulang fondasi yang selama ini pudar. Sebuah awal yang terukur, terarah, dan siap menghidupkan kembali peran organisasi pers tertua di negeri seribu parit ini. (Anton).

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar