Masuki Era Baru

Xabi Alonso Mundur dari Real Madrid, Álvaro Arbeloa sebagai Pelatih Sementara

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memeluk Kylian Mbappe setelah laga melawan Marseille dalam laga matchday 1 League Phase Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Rabu (17/9/2025) dini hari WIB.

Bola.com--(KIBLATRIAU.COM)-- Real Madrid resmi mengakhiri kerjasama dengan Xabi Alonso sebagai pelatih tim utama. Keputusan tersebut diumumkan langsung melalui pernyataan di situs resmi klub, menandai berakhirnya perjalanan singkat sang legenda di kursi kepelatihan Los Blancos.Dalam pernyataan tersebut, Real Madrid menegaskan bahwa perpisahan terjadi atas kesepakatan bersama. Klub tetap menyampaikan penghormatan tinggi kepada Xabi Alonso yang dinilai telah menjaga nilai-nilai kebesaran Madrid sepanjang kariernya, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Kepergian Alonso langsung memicu spekulasi di media Spanyol. Sejumlah laporan menyebut keputusan ini lebih condong datang dari sang pelatih, meski pihak klub menegaskan kesepakatan dicapai secara mutual. Apa pun latar belakangnya, Madrid bergerak cepat menentukan pengganti.Real Madrid menunjuk pelatih Castilla, Álvaro Arbeloa, sebagai suksesor Alonso. Mantan bek kanan timnas Spanyol itu akan naik kelas dan menangani tim utama mulai periode berikutnya.Álvaro Arbeloa bukan sosok asing di Valdebebas. Ia telah menjadi bagian dari sistem pembinaan Real Madrid selama lebih dari lima tahun sejak kembali ke klub pada 2020. 

Karier kepelatihannya dimulai dari tim U-14, lalu berlanjut ke U-16 dan U-19, sebelum dipercaya menangani Castilla musim lalu.Hubungan dekat Arbeloa dengan Presiden Florentino Perez disebut menjadi salah satu faktor penting di balik promosi ini. Perez dikenal sangat menghargai kontribusi Arbeloa di level akademi, terutama dalam membangun mentalitas dan identitas permainan khas Madrid.Catatan kinerjanya juga impresif. Dari sekitar 200 pertandingan yang ia tangani bersama tim akademi, Arbeloa mencatatkan lebih dari 150 kemenangan. Hampir di setiap level, tim asuhannya tampil kompetitif dan konsisten.

Secara taktik, Arbeloa dikenal mengandalkan formasi 4-3-3 dengan penekanan besar pada permainan sayap. Full-back didorong aktif membantu serangan, sementara penyerang sayap sering masuk ke area tengah untuk membuka ruang bagi overlap dari belakang.Di lini tengah, ia biasanya menempatkan satu gelandang jangkar di depan pertahanan sebagai penyeimbang. Pendekatan ini membuat timnya agresif namun tetap terstruktur, terutama saat melakukan transisi.Saat kehilangan bola, Arbeloa menuntut pressing tinggi dan cepat. Filosofinya kerap dibandingkan dengan gaya Jurgen Klopp, yakni berusaha merebut bola sedekat mungkin dengan gawang lawan dan langsung memanfaatkan ruang saat transisi menyerang.

Dari sisi pendekatan personal, Arbeloa diperkirakan membawa nuansa berbeda dibanding Xabi Alonso. Jika Alonso dikenal tenang dan penuh kontrol, Arbeloa cenderung lebih emosional dan ekspresif di pinggir lapangan.Meski secara struktur permainan tidak akan jauh berbeda, perubahan terbesar kemungkinan datang dari sisi karakter kepemimpinan. Real Madrid kini bersiap memasuki era baru dengan sentuhan emosional Arbeloa, setelah berpisah dengan sosok dingin dan metodis seperti Xabi Alonso.(Net/Hen)
 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar