Api Diduga Karena Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Terjadi di Parit 24 dan 25 Teluk Merbau, Aparat Desa dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta masyarakat setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman api. Upaya pemadaman dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya

INHIL--(KIBLATRIAU.COM)-- 
Kebakaran lahan perkebunan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Kali ini, api melahap lahan perkebunan milik masyarakat yang berada di Parit 24 dan Parit 25, Desa Teluk Merbau, Kecamatan Gaung.
Peristiwa kebakaran tersebut mengundang kepedulian berbagai pihak. Aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta masyarakat setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman api. Upaya pemadaman dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya guna mencegah api meluas ke lahan perkebunan lainnya.


Kepala Desa Teluk Merbau, Abdul Muiz, yang akrab disapa Andan, turut berada di lokasi dan memimpin langsung upaya penanganan kebakaran. Ia bersama masyarakat terus berjibaku memadamkan api tanpa mengenal waktu.


“Tidak tahu siang atau malam, kami bersama masyarakat terus berupaya memadamkan api. Memang api sulit dipadamkan karena di daerah kami ini tanah gambutnya tinggi,” ujar Andan saat diwawancarai wartawan Kiblatriau.com melalui sambungan seluler,Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, kondisi lahan gambut yang cukup tebal menjadi salah satu faktor utama sulitnya pemadaman, karena api dapat menjalar di dalam tanah dan kembali muncul meski telah disiram.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar lahan perkebunan, terutama di musim kemarau yang rawan kebakaran.
Sementara itu, dari keterangan salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, api diduga berasal dari puntung rokok orang yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan jalan lintas yang kerap dilewati masyarakat, termasuk warga yang memanfaatkan area tersebut untuk memancing.


“Di situ kan jalan lintas, kadang orang lewat dan ada juga yang mancing. Dugaan kami api berasal dari puntung rokok,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, api berhasil dikendalikan dan tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Aparat desa bersama masyarakat masih terus melakukan pemantauan di lokasi guna mencegah munculnya titik api baru serta mengantisipasi kebakaran susulan. Pemerintah desa berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan. (Anton)


Berita Lainnya...

Tulis Komentar