Perkembangan Iptek Tanda Akhir Zaman makin Dekat
Ustadz Wandi Bustami Lc MAg
Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg
SAAT ini, kemajuan sains dan teknologi (saintek) kian berkembang pesat. Hal itu ditandai dengan eskalasi dalam bidang ilmu kedokteran, pertanian, arsitektur, alat-alat elektronik dan kecanggihan moda transportasi. Selain itu, perkembangan infrastruktur pun melesat kencang ditengarai dengan tegaknya gedung-gedung pencakar langit yang megah dan terbentangnya jalan tol ribuan kilo.
Jika flash back satu abad ke belakang, orang-orang yang ingin bersafar ke tanah suci dalam rangka menunaikan ibadah haji dan umrah harus rela menghabiskan waktu berbulan-bulan. Namun, dengan kehadiran transportasi udara, jarak yang jauh itu dapat dipangkas menjadi hitungan jam.Begitua juga dahulu mengirim surat butuh waktu berminggu-minggu untuk sampai tujuan, namun sekarang dalam hitungan detik isi pesan pun bisa dibaca.
Agama Islam tidak menampik kemajuan dalam bidang apapun termasuk saintek. Bahkan, sebaliknya Islam sangat mengapresiasi segala bentuk inovasi. Al-Qurān jauh-jauh hari telah berbicara banyak tentang ilmu pengetahuan untuk mendorong manusia agar mengembangkan sains dan teknologi.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ ٣٣
Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)." (QS. Ar-Rahman [55]: 33).
Fakhruddin ar-Razi berkata: Menembus langit tidak dapat dicapai melainkan dengan ilmu pengetahuan. (Fakhruddin ar-Razi, Mafātīhu al-Ghaib, 29/362). Ilmu pengetahuan mana yang beliau maksud? Besar kemungkinan kata shulthan (kekuatan) dimaksud adalah ilmu sains dan teknologi. Karena hanya dengan moda transportasi yang super canggih manusia mampu menembus langit.
Jika pertumbuhan saintek ditilik dari kacamata Islam, maka ia mendapatkan perhatian serius. Atensi (perhatian) ini bukan karena sains dapat mengubah percepatan kehidupan manusia secara spontan, akan tetapi perubahan demi perubahan itu mengisyaratkan pada fenomena tertentu, yaitu fenomena akhir zaman.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ الْخُوصَةُ.
Dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Kiamat tidak akan datang hingga waktu saling mendekat, setahun seakan sebulan, sebulan seakan sepekan, sepekan seakan sehari, sehari seakan satu jam, dan sejam seakan selembar daun kurma yang dilalap api. HR. Ahmad.
Al-Khattabi (w 388 H) dalam Mā’alimu as-Sunan berkata: Waktu terasa pendek itu disebabkan berkurangnya keberkahan pada waktu itu. (Al-Khattabi, Mā’alimu as-Sunan) .Ibnu Hajar (w 852 H) dalam al-Fath berkata: Waktu saling mendekat yang dimaksud ialah kualitas waktu di siang hari dan malam hari terasa pendek. (Ibnu Hajar, Fath al-Bārī, 13/16).
As-Sayuthi (w 911 H)) dalam Qūtu al-Mughtadzī berkata: Waktu saling mendekat bermakna hari-hari yang penuh bahagia dan kesejahteraan semakin sulit dirasakan. (Sayuthi, Qūtu al-Mughtadzī, 2/565).
Bila hadits di atas ditelaah dari sudut pandang ulama kontemporer maka pemahamannya sedikit berbeda. Ibnu Bazz berkata: Maksud dari satu tahun bagai satu bulan ialah kalau dahulu dari satu negara ke negara lain ditempuh dalam waktu yang cukup lama, maka sekarang perjalanan antar negara pulang-pergi dapat ditempuh dalam satu hari.
At-Tuwaijiri dalam Ithāful Jamā’ah berkata: Perjalanan yang semestinya ditempuh dalam satu tahun bisa dicapai satu bulan, perjalanan satu bulan tembus satu minggu dan perjalanan satu minggu dapat dipangkas satu hari berkat kemajuan sains dan teknologi sehingga waktu yang digunakan relatif singkat. (At-Tuwaijiri, Ithāful Jamā’ah, 1/497).
Interpretasi hadits mengenai waktu terasa pendek dengan wujudnya iptek oleh ulama kontemporer lebih mendekati makna yang diinginkan, tentu tanpa menegasikan pendapat ulama klassik. Karena bisa jadi zaman mereka minimnya sains dan teknologi, sehingga tidak dapat memahami makna hadits seperti yang dipahami ulama kontemporer.
Selain itu, perkembangan sains dan teknologi juga mendekatkan pasar. Dahulu kalau orang ingin membeli sesuatu seperti kitab-kitab berbahasa arab, maka butuh waktu berbulan-bulan bahkan setahun untuk mendapatkannya, namun sekarang cukup memiliki gadjet maka segala jenis buku bisa didapatkan dengan mudah.
Mengenai hal tersebut, Rasulullah telah mengabarkan bahwa suatu saat pasar saling mendekat.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْكَذِبُ وَيَتَقَارَبَ الْأَسْوَاقُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ
Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Tidak akan terjadi hari kiamat hingga muncul banyak fitnah, kedustaan merajalela, pasar-pasar saling berdekatan, waktu semakin pendek. HR. Ahmad
Syekh Hamūd at-Tuwaijiri dalam Ithāf berkata: Maksud pasar-pasar saling berdekatan ialah dengan bermodalkan alat elektornik (seperti samrt phone) maka segala jenis barang bisa didapat sesuai keinginan. Bahkan harga-harga barang satu negara dengan negara lain dapat diketahui dengan cepat. (Hamūd at-Tuwaijiri, Ithāful Jamā’ah, 1/497).
Keadaan ini tentu tidak dirasakan kecuali oleh orang-orang yang hidup dimana iptek sudah berkembang luas.
Jadi, sebenarnya kemajuan sains dan teknologi ini memiliki dua sisi, satu sisi menggembirakan. Sebab segala urusan dipermudah, dan sisi lain mengkhawatirkan, karena hal itu pertanda akhir zaman makin dekat.***

Tulis Komentar